Medialampung.co.id - Pemilik Bakso Sony, Haji Son, dalam konferensinya mengaku tidak keberatan dengan penyegelan yang dilakukan pihak Pemerintah Kota Bandarlampung dalam hal ini BPPRD kota.
"Saya sih senang-senang aja, ga gelisah. saya malah mikirin bagaimana karyawan-karyawan saya, mereka punya keluarga yang harus diberi nafkah, dari mereka masing-masing," kata Haji Son, owner Bakso Sony Kepada Medialampung.co.id. di Jalan Wolter Monginsidi. "Apakah jika Pemkot menyegel gerai saya akan bangga?" ucap dia Pihaknya akan melanjutkan tindakan tersebut melalui jalur pengadilan dan ini preseden buruk bagi mereka yang langsung menyegel Bakso Sony. Saat ditanyai mengenai mekanisme pembayaran pajak yang dinilai pemerintah setempat melanggar ketentuan, dirinya berdalih. "Setiap bulan saya merasa selalu membayar pajak. Mengenai penggunaan tapping box (alat pencatat pendapatan) itu selalu digunakan. Memang itu untuk makanan non kemasan," jelasnya. "Kita punya satu lagi mesin pencatat untuk audit internal, karena makanan kemasan itu pajaknya berbeda," akunya. Lebih lanjut, dia tidak memberikan keterangan adanya rencana perpindahan gerai-gerai dari Kota Bandarlampung. “Nanti kita bicarakan lagi, memang ada banner bertuliskan terima kasih pelanggan yang terpampang di setiap gerai Bakso Sony,” tutupnya. Total ada 18 gerai yang disegel oleh Tim TP4D kota Bandarlampung yang langsung diawasi pihak kepolisian dan Kejari kota Bandarlampung. Sebanyak 12 gerai ditutup secara serentak pada Senin (20/9) pagi, dan sebelumnya sudah ada 6 gerai yang juga telah ditutup.(*/mlo)Seluruh Gerainya Ditutup, Owner Bakso Sony Tak Keberatan
Senin 20-09-2021,19:05 WIB
Editor : Budi Setiyawan
Kategori :