Medialampung.co.id – Bidang pendidikan menjadi salah satu yang mendapat perhatian serius Pemkab Lambar, hal itu dibuktikan dengan adanya sejumlah program yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah.
Hal itu diungkapkan Bupati Lambar Hi. Parosil Mabsus pada saat kegiatan seminar nasional sekaligus launching majalah guru hebat dan pembelajaran mandiri melalui Channel Youtube yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) di GOR Ajisaka Kawasan Sekuting Terpadu (KST) Kecamatan Balikbukit, Selasa (10/11). “Saya sudah hampir tiga tahun memimpin Kabupaten Lampung Barat dan bidang pendidikan menjadi perhatian serius, hal itu dibuktikan dengan tidak ada satupun kabupaten/kota di Provinsi Lampung yang sama programnya dengan Kabupaten Lambar yaitu pemberian seragam sekolah gratis bagi siswa yang diterima pada tahun ajaran baru,” tegas Pakcik--sapaan Parosil Mabsus. Menurut Pakcik, pemberian seragam ini bukan hanya satu tapi tiga stel dibagikan kepada seluruh tingkatan sekolah, bukan hanya sekolah dibawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) tapi termasuk juga sekolah dibawah naungan Kantor Kementerian Agama sehingga tidak ada klasifikasi. Selain seragam sekolah gratis, pemerintah daerah juga menyiapkan beasiswa kedokteran asalkan siswanya mampu diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) seluruh Indonesia, serta beasiswa jurusan seni dan budaya. “Hari ini menjadi tantangan bagi kita semua bagaimana caranya kita menjaga, merawat dan melestarikan seni budaya yang ada di Kabupaten Lambar, saya telah memiliki gagasan membangun gedung budaya tapi gedung budaya terkena dampak dari Covid-19 dan Insya Allah tahun 2021 pembangunan gedung budaya akan dilanjutkan. Pembangunan gedung budaya itu dalam rangka tempat mengumpulkan dan menampailkan berbagai seni budaya di Lambar sehingga budaya ini harus dipahami bukan hanya seni Lampung tapi seluruh Indonesia, gedung budaya sebagai alat pemersatu di Kabupaten Lambar,” ucap dia Terkait kesejahteraan guru, lanjut Parosil, pemerintah daerah telah konsisten dan komitmen untuk pengangkatan guru honorer menjadi honor daerah, pemberian insentif guru honor murni walaupun belum semuanya tersentuh karena keterbatasan kemampuan anggaran. “Namun di tahun 2021, saya telah berjanji di hadapan para santri dan santriwati di hari santri bahwa guru honor murni di bawah naungan Kantor Kementerian Agama akan kita berikan insentif,” kata dia. Terkait pendidikan, Pemkab Lambar juga memiliki sekolah kopi. “Insya Allah tahun 2021 sekolah kopi sudah bisa memberikan pembelajaran yang baru dan jumlah terbatas. Oleh karena itu, bagi guru yang hadir diharapkan bisa menjadi bagian agen informasi sekaligus publikasi terkait program yang diluncurkan Pemkab Lambar yaitu Pitu Program,” pungkas Pakcik. (lus/mlo)Bidang Pendidikan Jadi Perhatian Serius Pemkab Lambar
Selasa 10-11-2020,22:20 WIB
Editor : Budi Setiyawan
Kategori :