RSUD Abdul Moeloek Gelar Webinar P2KB, Ribuan Tenaga Kesehatan Ikut Secara Daring

RSUD Abdul Moeloek Gelar Webinar P2KB, Ribuan Tenaga Kesehatan Ikut Secara Daring

webinar nasional P2KB RSUD Abdul Moeloek Lampung-Humas RSUD Abdul Moeloek-

MEDIALAMPUNG.CO.ID — RSUD Dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM) Provinsi Lampung kembali mengambil peran dalam mendorong peningkatan kompetensi dan profesionalisme tenaga medis serta tenaga kesehatan melalui Webinar Nasional Pelaksanaan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (P2KB).

Kegiatan tersebut digelar secara hybrid pada Jumat 28 Agustus 2026 dengan pusat pelaksanaan di Auditorium Medical Cinema RSUDAM, Bandar Lampung.

Webinar ini digagas oleh Direktur RSUDAM, dr. Imam Ghozali, Sp.An., KMN., M.Kes.

Antusiasme peserta terlihat dari jumlah tenaga medis dan tenaga kesehatan yang mengikuti kegiatan.

BACA JUGA:PLN UID Lampung Perkuat Layanan Pelanggan dengan Pelatihan CX100 bagi Petugas Alih Daya

Sebanyak 80 peserta hadir secara langsung, sedangkan ribuan peserta lainnya mengikuti webinar secara daring melalui platform SATUSEHAT SDMK Kementerian Kesehatan RI.

Tingginya partisipasi menunjukkan besarnya kebutuhan tenaga medis dan tenaga kesehatan terhadap pembelajaran berkelanjutan, khususnya dalam menghadapi perkembangan sistem kesehatan dan tuntutan peningkatan mutu pelayanan.

Sejumlah materi strategis dibahas dalam webinar tersebut. Di antaranya mengenai peran Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) dalam meningkatkan mutu tenaga medis dan tenaga kesehatan, registrasi tenaga medis dan tenaga kesehatan, pelaksanaan P2KB, hingga pembinaan serta penegakan disiplin profesi.

BACA JUGA:Edwin Rusli Pensiun, Djohan Lius Ditunjuk Jadi Plt Kadinkes Lampung

Direktur RSUDAM dr. Imam Ghozali mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen rumah sakit untuk tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, tetapi juga ikut membangun ekosistem tenaga kesehatan yang profesional, kompeten dan adaptif.

Menurutnya, rumah sakit memiliki peran yang lebih luas sebagai pusat pembelajaran dan pengembangan kompetensi tenaga kesehatan.

“Rumah sakit tidak cukup hanya menjadi tempat memberikan pelayanan kepada pasien. Rumah sakit juga harus menjadi pusat pembelajaran, pengembangan kompetensi, dan lahirnya inovasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan P2KB diharapkan dapat mendorong tenaga medis dan tenaga kesehatan untuk terus meningkatkan kemampuan profesionalnya. Pada akhirnya, peningkatan kompetensi tersebut diharapkan berdampak langsung terhadap mutu pelayanan dan keselamatan pasien.

BACA JUGA:1.000 Kuota Umrah Pemkot Bandar Lampung, Juknis Sudah Ada tapi Kriteria Peserta Masih Dipertanyakan

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait