Dinkes Bandar Lampung: Serapan Anggaran 2026 Sudah Tembus 50 Persen
Dinkes memperkuat layanan promotif dan preventif melalui jaringan puskesmas, pustu, dan posyandu.--
MEDIALAMPUNG.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung memaparkan capaian pelaksanaan program kerja tahun 2025 dan 2026 dalam rapat evaluasi anggaran bersama Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Senin 27 Juli 2026.
Pertemuan tersebut menjadi forum evaluasi pelaksanaan berbagai program kesehatan sekaligus meninjau perkembangan realisasi serapan anggaran yang telah berjalan sepanjang tahun anggaran 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Temenggung, mengatakan pembahasan dalam rapat lebih difokuskan pada pencapaian target program selama 2025, sekaligus melihat progres pelaksanaan kegiatan yang berlanjut pada 2026.
"Pembahasannya terkait program kegiatan yang dilakukan tahun 2025 dan 2026. Lebih fokusnya di tahun 2025, melihat sejauh mana capaian dari target program yang telah direncanakan. Itu sudah kami sampaikan dalam RDP tadi," ujar Muhtadi usai mengikuti rapat.
BACA JUGA:Peringati 30 Tahun Kudatuli, Lesty Tekankan Kader PDIP Wajib Pahami Sejarah Perjuangan Partai
Menurutnya, evaluasi tersebut menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPRD untuk memastikan seluruh program kesehatan berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.
Selain membahas pelaksanaan program, Komisi IV DPRD juga menyoroti perkembangan realisasi anggaran Dinas Kesehatan.
Muhtadi mengungkapkan hingga pertengahan tahun anggaran 2026, serapan anggaran diperkirakan telah mencapai sekitar 50 persen.
Penggunaan anggaran dilakukan secara bertahap dengan mendahulukan program yang menjadi prioritas pelayanan kesehatan masyarakat.
BACA JUGA:Menteri PPPA Tinjau Layanan UPTD PPA Lampung, Dorong Penguatan Perlindungan Korban Kekerasan
"Kalau serapan anggaran mungkin sudah sekitar 50 persen. Tetapi itu tergantung program mana yang lebih dahulu dilaksanakan, terutama program-program prioritas," jelasnya.
Salah satu kegiatan prioritas yang saat ini tengah dilaksanakan adalah Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang menyesuaikan jadwal masuk tahun ajaran baru.
"Misalnya penanganan Bulan Imunisasi Anak Sekolah. Kegiatan itu memang dilakukan ketika anak-anak kembali masuk sekolah. Jadi sejak Maret juga kami sudah mulai melaksanakan berbagai kegiatan kesehatan lainnya," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Muhtadi juga menjelaskan strategi Dinas Kesehatan dalam meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




