YBM PLN Hadirkan Griya Singgah bagi Pasien yang Berobat di Bandar Lampung
Kisah Iin menunjukkan manfaat GSP YBM PLN bagi pasien yang menjalani pengobatan jauh dari kampung halaman.--
MEDIALAMPUNG.CO.ID — Menjalani pengobatan di luar daerah tidak hanya menjadi tantangan bagi pasien, tetapi juga keluarga yang mendampingi.
Selain harus menghadapi proses medis, pasien dan pendamping juga perlu memikirkan tempat tinggal selama berada jauh dari kampung halaman.
Bagi masyarakat prasejahtera, biaya tempat tinggal selama menjalani pengobatan dapat menjadi beban tambahan. Kondisi tersebut menjadi salah satu persoalan yang coba dijawab melalui Griya Singgah Pasien (GSP) YBM PLN.
GSP YBM PLN merupakan transformasi dari Rumah Singgah Pasien YBM PLN IZI yang hadir sebagai tempat singgah bagi pasien dan pendamping dari luar daerah yang menjalani pengobatan di Bandar Lampung.
BACA JUGA:Polda Lampung Naikkan Kasus Dugaan Kekerasan Seksual ke Tahap Penyidikan
Sejak beroperasi pada 2018, GSP YBM PLN telah menjadi tempat singgah bagi masyarakat yang membutuhkan. Hingga kini, fasilitas tersebut tercatat telah melayani lebih dari 8.000 pasien dan pendamping.
Keberadaan GSP YBM PLN tidak hanya menyediakan tempat tinggal sementara bagi pasien dan pendamping.
Fasilitas tersebut juga menjadi ruang untuk beristirahat, berbagi cerita, serta saling memberikan dukungan selama menjalani proses pengobatan.
Program tersebut merupakan bagian dari pemanfaatan dana zakat yang dihimpun Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN dari penghasilan pegawai PLN.
BACA JUGA:RSUD Abdul Moeloek Perkuat Layanan Stroke dengan Teknologi DSA
Dana zakat yang dikelola YBM PLN kemudian disalurkan melalui berbagai program sosial dan kemanusiaan kepada masyarakat yang berhak menerima, termasuk membantu pasien dan keluarga yang membutuhkan tempat tinggal ketika harus menjalani pengobatan di luar daerah.
GSP YBM PLN menjadi salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Salah satu penerima manfaat GSP YBM PLN pada Agustus 2026 adalah Iin Rahmawati (46), warga Kabupaten Mesuji, Lampung.
Iin harus menjalani pengobatan kanker usus di RSU Urip Soemohardjo, Bandar Lampung. Untuk mendapatkan perawatan, ia bersama keluarga harus menempuh perjalanan ratusan kilometer dari Mesuji.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:





