Isu Tarif Tol Lampung Dibahas Diam-Diam, DPRD Jadi Sorotan Publik
MEDIALAMPUNG.CO.ID – Ruang rapat DPRD Provinsi Lampung mendadak berubah menjadi ruang steril dari pengawasan publik.
Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang mengulas lonjakan tarif Tol Lampung justru digelar secara tertutup, menutup akses media dan masyarakat, serta memantik kritik tajam soal komitmen transparansi lembaga legislatif.
Pertemuan tersebut mempertemukan Komisi IV DPRD Provinsi Lampung dengan Direktur PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll, Branch Manager Jalan Tol Terpeka PT Hutama Karya, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Lampung, serta Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Lampung.
Seluruh pihak hadir membahas kebijakan yang berdampak langsung pada kehidupan publik, namun prosesnya justru berlangsung di balik pintu tertutup.
BACA JUGA:Belanja Sat Set! Shopee Jamin Pesanan Tiba 1 Jam atau Dapat Voucher Gratis
RDP yang berlangsung di Gedung DPRD Provinsi Lampung pada Senin, 6 Juli 2026, digelar tanpa penjelasan resmi mengenai alasan penutupan rapat.
Padahal, kenaikan tarif tol merupakan isu strategis yang memengaruhi mobilitas warga, distribusi logistik, hingga biaya hidup masyarakat.
Ketertutupan rapat semakin terasa saat sejumlah jurnalis berupaya menjalankan tugas peliputan. Akses mereka dihentikan secara sepihak oleh petugas yang berjaga di depan ruang rapat.
“Rapatnya tertutup, mas. Tunggu di luar saja,” ujar seorang petugas singkat sambil menutup pintu rapat, tanpa disertai dasar hukum atau keterangan resmi yang dapat dipertanggungjawabkan.
BACA JUGA:Hanyut Saat Menolong Teman, Dua Remaja di Pringsewu Ditemukan Tak Bernyawa
Di dalam ruangan, beberapa pimpinan dan anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung diketahui mengikuti rapat.
Namun isi pembahasan, pandangan masing-masing pihak, hingga potensi kesepakatan yang dihasilkan sama sekali tidak diketahui publik hingga agenda tersebut selesai.
Saat dimintai klarifikasi, sikap saling lempar tanggung jawab justru mencuat. Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Fahrorozi, mengaku tidak mengetahui alasan rapat digelar tertutup dan meminta wartawan mengonfirmasi langsung kepada pimpinan komisi.
“Waduh, nggak tahu. Soalnya saya baru datang. Tanya langsung aja sama ketua,” ujarnya singkat sembari berlalu memasuki ruang rapat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

