Jejak Manusia Prasejarah di Museum Taman Purbakala Cipari Kuningan

Jejak Manusia Prasejarah di Museum Taman Purbakala Cipari Kuningan

Situs megalitik Cipari menjadi sumber riset arkeologi dan destinasi budaya Jawa Barat.-Foto Instagram@owlsknowmyname_-

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Situs Museum Taman Purbakala Cipari adalah merupakan salah satu situs prasejarah terpenting di Jawa Barat yang menyimpan jejak kehidupan manusia purba dari ribuan tahun lalu. 

Terletak di Kelurahan Cipari, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, situs ini tidak hanya berfungsi sebagai kawasan pelestarian tinggalan megalitik, tetapi juga sebagai museum terbuka yang memberikan gambaran nyata tentang kehidupan masyarakat prasejarah Nusantara. 

Keberadaan situs ini menjadikannya sumber pengetahuan berharga bagi dunia arkeologi sekaligus destinasi wisata edukatif.

BACA JUGA:Sayur Asem Sunda, Hidangan Asam Segar Khas Jawa Barat

Latar Geografis dan Penemuan Situs

Situs Museum Taman Purbakala Cipari berada di kaki Gunung Ciremai, pada wilayah yang subur dan dikelilingi oleh alam pegunungan. Kondisi geografis ini diduga menjadi salah satu alasan mengapa kawasan Cipari dipilih sebagai tempat bermukim oleh manusia prasejarah. 

Tanah yang subur, ketersediaan air, serta lingkungan yang relatif aman menjadikan wilayah ini ideal untuk kehidupan masa lampau.

Penemuan situs ini bermula pada tahun 1971, ketika warga setempat menemukan peti-peti kubur batu saat melakukan aktivitas pertanian. Temuan tersebut menarik perhatian para arkeolog, yang kemudian melakukan penelitian lebih lanjut. 

Hasil penggalian menunjukkan bahwa Cipari merupakan kawasan hunian dan pemakaman masyarakat prasejarah yang berkembang pada masa akhir Neolitikum hingga awal masa perundagian, sekitar 1000–500 sebelum Masehi.

BACA JUGA:Bulog Lampung Targetkan 430 Ribu Ton GKP, Serapan Terus Digenjot

Tinggalan Megalitik yang Unik

Ciri utama Situs Cipari adalah keberadaan berbagai peninggalan megalitik yang masih terawat hingga kini. Tinggalan tersebut antara lain berupa peti kubur batu, menhir, dolmen, dan altar batu. 

Peti kubur batu menjadi temuan yang paling menonjol karena jumlahnya cukup banyak dan tersusun rapi. Kubur-kubur ini umumnya berbentuk persegi panjang dan terbuat dari batu besar, mencerminkan kemampuan teknis masyarakat prasejarah dalam mengolah serta memindahkan batu berukuran besar.

Selain peti kubur, ditemukan pula menhir yang diduga berfungsi sebagai simbol penghormatan kepada leluhur. Dolmen dan altar batu menunjukkan adanya aktivitas ritual dan kepercayaan spiritual yang berkembang pada masa itu. Hal ini menguatkan dugaan bahwa masyarakat Cipari telah memiliki sistem kepercayaan yang kompleks, terutama berkaitan dengan pemujaan roh nenek moyang.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: