Terobos Tol Bakter, Satu Meninggal Dunia Usai Tertabrak

Terobos Tol Bakter, Satu Meninggal Dunia Usai Tertabrak

Seberangi Tol Bakter, Santri di Lampung Tengah Tewas Tertabrak Mobil--

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Sebuah rekaman kamera pengawas (CCTV) di Jalan Tol Bakauheni–Terbanggi Besar (Bakter) menjadi perhatian pihak pengelola, PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll (BTB), menyusul terjadinya kecelakaan yang merenggut satu korban jiwa, Senin 16 Februari 2026.

Dalam rekaman tersebut terlihat tiga orang menyeberangi jalan tol ruas Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter) KM 122 tepat di Kecamatan Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah.

Saat mencoba menyeberang, salah satu dari mereka terjatuh di tengah ruas tol dan tertabrak kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi. Korban dinyatakan meninggal dunia akibat insiden tersebut.

Salah seorang rekan korban sempat berupaya memberikan pertolongan dengan mengevakuasi korban ke tepi jalan tol sebelum petugas tiba di lokasi.

BACA JUGA:Hj.Irawan Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Pimpinan Kecamatan Jatiagung Partai Golkar

Direktur PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll, I Wayan Mandia, membenarkan peristiwa tersebut. 

Ia menyampaikan bahwa begitu menerima laporan, petugas tol segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan dan memastikan korban mendapatkan bantuan medis secepat mungkin.

Pihak pengelola juga memfasilitasi ambulans untuk proses evakuasi korban, termasuk pengantaran jenazah dari rumah sakit ke rumah duka hingga ke lokasi pemakaman.

“Kami memastikan petugas langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan dan membantu proses evakuasi. Kami juga memfasilitasi ambulans hingga pengantaran jenazah ke rumah duka. Kehadiran perwakilan perusahaan di rumah duka hingga malam hari merupakan bentuk empati dan tanggung jawab moral kami kepada keluarga korban,” ujarnya.

BACA JUGA:Hasil Sidang Isbat, Ramadhan 1447 H Resmi Dimulai Kamis 19 Februari

Terkait upaya pencegahan, I Wayan Mandia menjelaskan bahwa pengelola tol secara rutin melakukan sosialisasi kepada masyarakat di desa-desa sekitar ruas tol. 

Kegiatan tersebut dilaksanakan setiap bulan untuk mengingatkan warga agar tidak beraktivitas di jalan tol, termasuk menyeberang secara langsung.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk memastikan hewan ternak tetap berada dalam pengawasan agar tidak memasuki area tol yang berisiko tinggi.

“Kami terus mengingatkan masyarakat sekitar agar tidak melakukan aktivitas di jalan tol. Kami juga meminta agar hewan ternak dijaga dengan baik demi keselamatan bersama,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: