Cara Membaca Hasil EKG yang Benar untuk Deteksi Dini Gangguan Jantung
Cara membaca hasil EKG dengan benar memerlukan pemahaman tentang pola gelombang, kecepatan denyut, dan keteraturan irama jantung.-Foto Freepik.com-
MEDIALAMPUNG.CO.ID – Pemeriksaan elektrokardiografi atau EKG merupakan salah satu metode penting dalam dunia medis untuk menilai kondisi kesehatan jantung.
Pemeriksaan ini bekerja dengan merekam aktivitas listrik jantung yang kemudian ditampilkan dalam bentuk grafik gelombang.
Meski terlihat rumit bagi orang awam, hasil EKG sebenarnya dapat dipahami secara sistematis apabila mengetahui prinsip dasar, fungsi setiap gelombang, serta pola normal dan tidak normal yang sering muncul.
Kemampuan memahami hasil EKG menjadi langkah awal dalam deteksi dini penyakit jantung. Dengan pembacaan yang tepat, berbagai gangguan jantung dapat dikenali lebih cepat sebelum menimbulkan komplikasi serius.
BACA JUGA:Lengkap dan Terbaru! Panduan Ajukan KUR BRI Rp10 Juta Tahun 2026, Solusi Modal UMKM
Pengertian EKG dan Perannya dalam Pemeriksaan Jantung
EKG adalah alat diagnostik yang berfungsi mencatat impuls listrik yang mengatur irama dan kerja jantung. Setiap denyut jantung menghasilkan sinyal listrik yang direkam melalui elektroda yang ditempelkan di permukaan tubuh. Sinyal inilah yang kemudian diterjemahkan menjadi grafik gelombang pada kertas atau layar monitor.
Melalui hasil EKG, tenaga medis dapat menilai apakah irama jantung berjalan normal, terlalu cepat, terlalu lambat, atau mengalami gangguan tertentu.
Pemeriksaan ini sering digunakan untuk mendeteksi aritmia, tanda serangan jantung, gangguan aliran darah ke otot jantung, hingga pembesaran ruang jantung. Selain itu, EKG juga bermanfaat untuk memantau efektivitas obat jantung maupun kinerja alat pacu jantung.
BACA JUGA:Museum Satriamandala Jakarta: Menyusuri Jejak Sejarah dan Perjuangan TNI
Mengenal Bentuk dan Pola Gelombang pada EKG
Grafik EKG terdiri dari beberapa gelombang utama yang masing-masing memiliki arti penting. Memahami bentuk dan urutan gelombang ini menjadi dasar sebelum melakukan interpretasi lebih lanjut.
Gelombang P menggambarkan aktivitas listrik saat serambi jantung berkontraksi. Gelombang ini menunjukkan bahwa impuls listrik berasal dari pusat irama alami jantung. Setelah itu, kompleks QRS merepresentasikan proses kontraksi bilik jantung yang berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh. Gelombang T muncul sebagai tanda fase pemulihan atau relaksasi bilik jantung setelah berkontraksi.
Perubahan bentuk, tinggi, atau keteraturan gelombang yang menyimpang dari pola normal dapat menjadi petunjuk awal adanya gangguan pada sistem kelistrikan jantung.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
