Situs Purbakala Kokas: Jejak Kehidupan Manusia Purba di Pesisir Papua Barat

Situs Purbakala Kokas: Jejak Kehidupan Manusia Purba di Pesisir Papua Barat

Lukisan cadas dan gua purba di Situs Kokas menunjukkan jejak budaya pesisir manusia ribuan tahun lalu.-Foto Instagram@hpifakfak-

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Situs Purbakala Kokas merupakan salah satu kawasan arkeologi penting di Papua Barat yang menyimpan bukti panjang perjalanan peradaban manusia prasejarah.

Terletak di Distrik Kokas, Kabupaten Fakfak, situs ini berada di wilayah pesisir yang kaya akan bentang alam karst, pulau-pulau kecil, serta tebing batu kapur yang menghadap langsung ke laut.

Kondisi geografis tersebut menjadikan Kokas sebagai tempat strategis bagi aktivitas manusia sejak ribuan tahun lalu.

Kawasan Situs Purbakala Kokas tidak hanya berada di satu titik, melainkan tersebar di beberapa pulau dan lokasi berbeda.

BACA JUGA:Dua Personel Humas Polres Lampung Utara Ikuti Pelatihan Drone dan Videografi

Dua wilayah utama yang menjadi pusat temuan adalah Pulau Ugar dan Pulau Arguni. Di Pulau Ugar, peninggalan purbakala ditemukan di Kampung Ugar serta Tebing Sarfa.

Sementara itu, di Pulau Arguni terdapat beberapa lokasi penting seperti Tebing Mampoga, Gua Dudumunir, dan Tebing Risato.

Setiap lokasi menyimpan karakteristik dan tinggalan arkeologis yang memperkaya pemahaman tentang kehidupan manusia masa lalu di wilayah ini.

Salah satu ciri paling menonjol dari Situs Purbakala Kokas adalah keberadaan lukisan cadas atau yang oleh masyarakat setempat dikenal sebagai tapurarang.

BACA JUGA:Musorkab KONI Lampung Utara Tetapkan Ansyori Sabak Sebagai Ketua Baru

Lukisan-lukisan ini umumnya terdapat pada dinding tebing dan gua, dibuat dengan pigmen berwarna merah, cokelat, hingga kekuningan.

Motif yang digambarkan beragam, mulai dari cap tangan, bentuk manusia, hewan laut, perahu, hingga simbol-simbol geometris yang maknanya masih terus diteliti oleh para ahli.

Keberadaan lukisan cadas tersebut menunjukkan bahwa masyarakat prasejarah di Kokas telah memiliki kemampuan artistik sekaligus sistem simbolik yang berkembang.

Lukisan ini diduga tidak hanya berfungsi sebagai hiasan, tetapi juga memiliki makna ritual, penanda wilayah, atau sarana komunikasi spiritual.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: