Ramadan
Pelantikan Kajari

Kue Delapan Jam: Warisan Kuliner Tradisional yang Kaya Makna

Kue Delapan Jam: Warisan Kuliner Tradisional yang Kaya Makna

Kue Delapan Jam bukan sekadar makanan penutup, melainkan simbol kekayaan budaya dan kesabaran dalam tradisi kuliner Palembang.--

MEDIALAMPUNG.CO.IDKue Delapan Jam merupakan salah satu hidangan penutup khas dari Palembang yang memiliki keunikan tersendiri, baik dari segi rasa, tekstur, maupun proses pembuatannya. Nama “Delapan Jam” merujuk pada lamanya waktu memasak kue ini, yaitu sekitar delapan jam, menjadikannya salah satu kue tradisional dengan proses paling panjang di Indonesia.

Keistimewaan tersebut tidak hanya terletak pada durasi memasak, tetapi juga pada cita rasa yang khas dan nilai budaya yang melekat di dalamnya.

Asal Usul dan Filosofi

Kue Delapan Jam telah dikenal sejak masa Kesultanan Palembang dan kerap disajikan dalam berbagai acara penting, seperti perayaan keluarga, hajatan, hingga hari besar keagamaan. Pada masa lalu, kue ini menjadi simbol kemewahan karena menggunakan banyak telur dan gula, yang tergolong bahan mahal pada zamannya.

Lebih dari sekadar hidangan, proses memasak yang memakan waktu lama mencerminkan nilai kesabaran, ketelatenan, dan ketekunan. Tak heran jika kue ini sering dimaknai sebagai simbol penghormatan kepada tamu serta kehangatan dalam menjamu keluarga.

Ciri Khas dan Tekstur

Kue Delapan Jam memiliki karakteristik yang sangat khas dan mudah dikenali. Warna kue cenderung cokelat gelap hingga kehitaman, yang dihasilkan dari proses karamelisasi gula selama pemasakan. Teksturnya padat, lembut, dan sedikit kenyal, menyerupai perpaduan antara puding dan kue basah.

Dari segi rasa, kue ini menawarkan sensasi manis legit dengan aroma telur dan karamel yang kuat. Keunikan lainnya adalah tidak digunakannya tepung dalam proses pembuatan, sehingga struktur kue sepenuhnya bergantung pada telur serta teknik pemasakan yang tepat.

Bahan Utama

Bahan yang digunakan dalam pembuatan Kue Delapan Jam tergolong sederhana, namun membutuhkan komposisi yang tepat dalam jumlah cukup banyak. Telur, baik telur bebek maupun ayam, menjadi bahan utama yang menentukan tekstur. Gula pasir berperan dalam menciptakan rasa manis sekaligus warna khas melalui proses karamelisasi.

Susu kental manis memberikan tambahan rasa gurih, sementara mentega atau margarin membantu menciptakan tekstur yang lembut. Keseimbangan bahan-bahan ini sangat penting untuk menghasilkan kue yang halus dan tidak berpori.

Proses Pembuatan yang Unik

Keunikan utama Kue Delapan Jam terletak pada teknik memasaknya yang membutuhkan ketelatenan tinggi. Proses dimulai dengan pencampuran telur dan gula hingga larut sempurna, kemudian ditambahkan susu serta mentega. Setelah itu, adonan disaring untuk memastikan teksturnya benar-benar halus.

Selanjutnya, adonan dimasukkan ke dalam loyang yang ditutup rapat dan dimasak menggunakan teknik kukus atau metode panggang air atau au bain-marie. Proses memasak berlangsung hingga delapan jam dengan api kecil agar matang merata tanpa gosong.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: