Samiler Madura: Camilan Tradisional Renyah dari Olahan Singkong

Samiler Madura: Camilan Tradisional Renyah dari Olahan Singkong

Samiler Madura merupakan salah satu camilan tradisional khas Pulau Madura yang masih bertahan hingga kini.--

MEDIALAMPUNG.CO.IDSamiler Madura merupakan salah satu camilan tradisional khas Pulau Madura yang hingga kini masih bertahan di tengah gempuran makanan modern. 

Kudapan berbahan dasar singkong ini dikenal dengan teksturnya yang renyah, cita rasa gurih alami, serta aroma singkong yang khas. 

Meski tampil sederhana, samiler menyimpan nilai budaya dan sejarah yang erat dengan kehidupan masyarakat Madura, khususnya di wilayah pedesaan.

Keberadaan samiler tidak hanya sekadar sebagai camilan pengganjal lapar, tetapi juga menjadi bagian dari identitas kuliner lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

BACA JUGA:PKS Minta Penyesuaian Delapan Desa ke Bandar Lampung Disiapkan Matang

Asal Usul dan Makna Samiler

Samiler lahir dari kebiasaan masyarakat Madura dalam memanfaatkan bahan pangan lokal, terutama singkong. Pada masa lalu, singkong menjadi sumber karbohidrat alternatif selain nasi, terutama saat hasil panen padi terbatas. 

Agar lebih tahan lama dan memiliki nilai ekonomi, singkong kemudian diolah menjadi berbagai makanan kering, salah satunya samiler.

Nama “samiler” dipercaya berasal dari penyebutan lokal yang merujuk pada bentuk kerupuk singkong yang lebar dan tipis. Proses pembuatannya yang cukup panjang mencerminkan ketelatenan serta kearifan lokal masyarakat Madura dalam mengolah hasil bumi secara sederhana namun bernilai tinggi.

BACA JUGA:Rama Apriditya Dorong Pansus Terkait Wacana Delapan Desa Masuk Kota

Bahan Utama dan Proses Pembuatan

Bahan utama samiler Madura adalah singkong tua yang berkualitas baik. Jenis singkong ini dipilih karena memiliki tekstur padat dan kadar air yang sesuai untuk menghasilkan kerupuk yang renyah. Proses pembuatan samiler dilakukan secara bertahap, dimulai dari pengupasan dan pencucian singkong hingga bersih, kemudian diparut atau dihaluskan dan diperas untuk mengurangi kadar air.

Singkong yang telah diolah kemudian dicampur dengan bumbu sederhana, umumnya hanya bawang putih dan garam, agar cita rasa asli singkong tetap dominan. Adonan dibentuk pipih, dikukus hingga matang, lalu diiris tipis dan dijemur di bawah sinar matahari sampai benar-benar kering. Tahap akhir adalah penggorengan, yang membuat samiler mengembang dan memiliki tekstur garing.

Proses penjemuran menjadi bagian krusial karena sangat memengaruhi tingkat kerenyahan dan daya simpan samiler.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: