Tari Perut Timur Tengah: Dari Ritualitas Sakral hingga Pertunjukan Modern

Tari Perut Timur Tengah: Dari Ritualitas Sakral hingga Pertunjukan Modern

Tari perut Timur Tengah memiliki sejarah panjang dari ritual sakral hingga pertunjukan modern yang dikenal luas saat ini.-Foto Instagram@shishacafeindonesia-

MEDIALAMPUNG.CO.ID   -Tari perut atau belly dance dikenal luas sebagai salah satu bentuk seni pertunjukan paling ikonik dari kawasan Timur Tengah.

Gerakannya yang menonjolkan kelenturan tubuh, terutama pada bagian perut, pinggul, dan torso, kerap diasosiasikan dengan kesan eksotis dan sensual.

Namun di balik citra tersebut, tari perut menyimpan sejarah panjang yang berakar pada praktik budaya dan spiritual masyarakat kuno.

Dalam tradisi Timur Tengah, tari perut dikenal dengan sebutan raqs sharqi, yang secara harfiah berarti “tarian dari Timur”.

BACA JUGA:Sepatu Nike Terbaru untuk Aktivitas Harian, Stylish dan Tetap Nyaman

Sejumlah sejarawan meyakini tarian ini telah ada sejak ribuan tahun lalu, bahkan sebelum peradaban modern berkembang.

Pada masa awal kemunculannya, tari perut tidak dimaksudkan sebagai hiburan semata, melainkan bagian dari ritual keagamaan yang berkaitan dengan pemujaan terhadap kesuburan dan kehidupan.

Gerakan perut yang berputar dan berdenyut dipercaya melambangkan proses kelahiran serta kekuatan perempuan sebagai sumber kehidupan.

Dalam masyarakat kuno yang menganut sistem matrilineal, tarian ini sering ditampilkan sebagai bentuk penghormatan kepada Dewi Bumi atau dewi kesuburan.

BACA JUGA:Happy Water, Ancaman Narkotika Gaya Baru yang Mengintai Kesehatan Masyarakat

Tidak mengherankan bila pada masa itu tari perut ditarikan dalam konteks sakral, seperti upacara keagamaan, perayaan kelahiran, dan pernikahan.

Seiring berjalannya waktu, tari perut mengalami transformasi seiring perubahan sosial dan politik di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.

Pada abad ke-18 hingga ke-19, muncul kelompok penari keliling yang dikenal sebagai ghawazi di Mesir. Para penari perempuan ini tampil di ruang publik dan acara rakyat, menjadikan tari perut semakin dikenal oleh masyarakat luas.

Meski sempat dipinggirkan oleh penguasa karena dianggap melanggar norma, tarian ini justru berkembang dan menyebar ke berbagai wilayah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: