Peninggalan Mesir Kuno: Batu Rosetta, Kunci Pembuka Rahasia Peradaban
Batu Rosetta adalah bukti bahwa sebuah peninggalan kecil dapat membawa dampak besar bagi peradaban manusia. - Foto Instagram@benyaminlukito--
MEDIALAMPUNG.CO.ID – Mesir Kuno dikenal sebagai salah satu peradaban terbesar dalam sejarah manusia.
Bangsa ini meninggalkan beragam peninggalan luar biasa, mulai dari piramida megah, patung raksasa, hingga tulisan-tulisan misterius yang terukir di dinding kuil dan makam.
Selama berabad-abad, tulisan hieroglif Mesir menjadi teka-teki besar bagi dunia modern karena tak satu pun mampu membacanya secara pasti.
Namun, sebuah artefak batu yang tampak sederhana, dikenal sebagai Batu Rosetta, akhirnya menjadi kunci utama untuk membuka rahasia besar peradaban Mesir Kuno dan mengubah pemahaman dunia tentang sejarah manusia.
BACA JUGA:Jejak Peradaban Mesir Kuno yang Masih Hidup Hingga Kini
Penemuan Batu Rosetta
Batu Rosetta ditemukan secara tidak sengaja pada tahun 1799 oleh pasukan Prancis yang dipimpin Napoleon Bonaparte saat melakukan ekspedisi militer ke Mesir. Artefak ini ditemukan di dekat kota Rosetta atau Rashid, sebuah wilayah di Delta Sungai Nil.
Seorang perwira Prancis bernama Pierre-François Bouchard menyadari bahwa batu tersebut memiliki ukiran tulisan yang tidak biasa dan berpotensi memiliki nilai ilmiah yang sangat penting.
Setelah Prancis kalah dari Inggris, Batu Rosetta kemudian dibawa ke Inggris dan hingga kini disimpan di British Museum, London. Meski proses perpindahan artefak ini masih menuai perdebatan hingga sekarang, peran Batu Rosetta dalam dunia ilmu pengetahuan tidak dapat disangkal.
BACA JUGA:Pemprov Lampung Siapkan Mitigasi Megathrust Berbasis Teknologi Lokal
Ciri Fisik dan Isi Tulisan Batu Rosetta
Batu Rosetta terbuat dari granodiorit berwarna gelap dengan tinggi sekitar 114 sentimeter, lebar 72 sentimeter, dan berat lebih dari 750 kilogram. Keistimewaan batu ini bukan terletak pada ukuran atau bentuknya, melainkan pada isi tulisan yang terukir di permukaannya.
Pada Batu Rosetta terdapat tiga jenis tulisan yang berbeda namun memiliki isi pesan yang sama. Tulisan tersebut terdiri dari hieroglif Mesir yang biasa digunakan dalam konteks keagamaan dan monumen resmi, tulisan demotik yang merupakan bahasa sehari-hari masyarakat Mesir, serta bahasa Yunani Kuno yang digunakan dalam administrasi pemerintahan pada masa Dinasti Ptolemaios. Ketiga teks ini memuat dekret kerajaan yang dikeluarkan pada tahun 196 sebelum Masehi untuk menghormati Raja Ptolemaios V.
Keberadaan teks Yunani menjadi kunci penting karena bahasa ini telah dipahami oleh para ilmuwan Eropa, sehingga memungkinkan perbandingan langsung dengan tulisan Mesir Kuno.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




