Peninggalan Mesir Kuno: Batu Rosetta, Kunci Pembuka Rahasia Peradaban

Peninggalan Mesir Kuno: Batu Rosetta, Kunci Pembuka Rahasia Peradaban

Batu Rosetta adalah bukti bahwa sebuah peninggalan kecil dapat membawa dampak besar bagi peradaban manusia. - Foto Instagram@benyaminlukito--

BACA JUGA:Simulasi Cicilan KUR BRI 2026 Lengkap, Pinjaman hingga Rp200 Juta

Peran Batu Rosetta dalam Mengungkap Hieroglif

Sebelum Batu Rosetta ditemukan, tulisan hieroglif sering dianggap hanya sebagai simbol magis atau ornamen tanpa makna bahasa yang jelas. Banyak ahli gagal menafsirkannya karena mengira hieroglif bersifat murni simbolis dan bukan sistem tulisan.

Terobosan besar terjadi pada tahun 1822 ketika ilmuwan Prancis Jean-François Champollion berhasil membuktikan bahwa hieroglif merupakan sistem tulisan fonetik yang melambangkan bunyi bahasa. Dengan membandingkan nama raja yang tertulis dalam teks Yunani dan hieroglif, Champollion berhasil memecahkan cara membaca tulisan Mesir Kuno.

Penemuan ini menandai lahirnya ilmu Egyptology, yaitu kajian ilmiah tentang Mesir Kuno. Sejak saat itu, ribuan prasasti, papirus, dan relief Mesir dapat dibaca dan dipahami secara akademis.

BACA JUGA:Sumbang Kemacetan di Jatimulyo, Polisi Pamong Praja Kecamatan Jatiagung Himbau Pedagang

Makna Sejarah Batu Rosetta

Batu Rosetta bukan sekadar artefak bersejarah, melainkan pintu gerbang untuk memahami peradaban Mesir Kuno secara menyeluruh. 

Melalui batu ini, dunia modern dapat mempelajari sistem pemerintahan, hukum, kepercayaan, sastra, hingga kehidupan sehari-hari masyarakat Mesir ribuan tahun silam.

Tanpa Batu Rosetta, tulisan hieroglif kemungkinan besar akan tetap menjadi misteri. Banyak pengetahuan tentang Firaun, ritual pemakaman, serta konsep kehidupan setelah mati mungkin tidak pernah terungkap hingga saat ini.

BACA JUGA:Metabolisme Protein dan Perannya bagi Energi serta Kesehatan Tubuh

Kontroversi dan Nilai Budaya

Hingga kini, Batu Rosetta masih menjadi objek kontroversi internasional. Pemerintah Mesir telah beberapa kali mengajukan permintaan agar artefak ini dikembalikan ke tanah asalnya. 

Bagi Mesir, Batu Rosetta bukan sekadar koleksi museum, melainkan simbol identitas nasional dan warisan budaya yang tak ternilai.

Di sisi lain, keberadaannya di British Museum memungkinkan jutaan pengunjung dari seluruh dunia untuk melihat langsung artefak bersejarah ini. Perdebatan tersebut mencerminkan isu global mengenai kepemilikan, pelestarian, dan pengembalian benda warisan budaya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: