Ketika Skill Menentukan Nilai, Bukan Jabatan
Generasi baru memilih skill dan portofolio, bukan sekadar titel dan jabatan.--
MEDIALAMPUNG.CO.ID - Dunia kerja sedang berubah secara fundamental. Jabatan yang dahulu menjadi simbol kekuasaan, stabilitas, dan prestise perlahan kehilangan pamornya.
Di era serba cepat ini, nilai seseorang tidak lagi ditentukan oleh kursi yang diduduki, melainkan oleh keterampilan yang dimiliki dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.
Banyak organisasi kini tidak lagi terpaku pada struktur hierarkis. Yang dicari bukan siapa paling lama bekerja atau siapa paling tinggi jabatannya, melainkan siapa yang paling mampu menyelesaikan masalah. Skill menjadi mata uang baru yang nilainya jauh lebih stabil dibanding titel.
Tak sedikit orang dengan jabatan mentereng justru tertinggal karena gagal mengikuti perkembangan zaman.
BACA JUGA:Freelance dan Pertarungan Skill di Era Digital
Digitalisasi, otomatisasi, dan kecerdasan buatan memaksa dunia kerja melakukan seleksi alam secara brutal.
Posisi struktural bisa dihapus, dilebur, atau digantikan sistem. Namun skill yang relevan akan selalu menemukan ruangnya.
Fenomena ini membuat banyak profesional mulai sadar bahwa bergantung pada jabatan adalah risiko.
Ketika restrukturisasi terjadi, yang bertahan bukan mereka yang punya titel panjang, tetapi mereka yang punya kemampuan nyata.
BACA JUGA:Freelance Jadi Jalan Aman di Tengah Dunia Kerja yang Goyang
Kemampuan teknis, kreativitas, komunikasi, dan problem solving kini menjadi faktor utama penentu nilai kerja seseorang.
Bahkan di banyak sektor, individu tanpa jabatan formal bisa memiliki penghasilan dan pengaruh lebih besar dibanding mereka yang duduk di kursi manajerial.
Freelancer, konsultan independen, dan pekerja berbasis proyek menjadi contoh nyata. Mereka tidak memiliki jabatan struktural, namun skill yang spesifik membuat mereka dibutuhkan lintas perusahaan dan industri. Dunia kerja memberi penghargaan pada hasil, bukan status.
Generasi muda melihat karier dengan perspektif berbeda. Stabilitas tidak lagi dimaknai sebagai jabatan tetap, melainkan kemampuan bertahan di berbagai situasi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
