Gelombang PHK Mendorong Ledakan Freelancer

Gelombang PHK Mendorong Ledakan Freelancer

Freelance lahir dari krisis dan minim perlindungan pekerja.--

BACA JUGA:Freelance dan Makna Bekerja di Era Baru

Freelance menawarkan kebebasan waktu dan ruang kerja. Namun di balik fleksibilitas itu tersembunyi kerentanan yang tidak kecil.

Pendapatan tidak menentu, tidak ada jaminan sosial, serta persaingan yang semakin ketat menjadi tantangan harian.

Banyak freelancer harus bekerja lebih panjang untuk mengejar pendapatan yang sebelumnya bisa diperoleh dari satu pekerjaan tetap.

Ketahanan mental dan kemampuan mengelola ketidakpastian menjadi modal utama untuk bertahan.

BACA JUGA:Di Mana Posisi Freelancer dalam Ekonomi Modern?

Lonjakan jumlah freelancer tidak dibarengi dengan sistem perlindungan yang memadai. Sebagian besar pekerja lepas berada di luar skema jaminan ketenagakerjaan formal.

Mereka rentan terhadap eksploitasi tarif murah, keterlambatan pembayaran, hingga pemutusan kontrak sepihak.

Tanpa intervensi kebijakan, ledakan freelancer berisiko melahirkan kelas pekerja baru yang fleksibel namun rentan.

Gelombang PHK dan pertumbuhan freelance menjadi sinyal kuat bahwa dunia kerja tengah memasuki fase transisi besar.

BACA JUGA:KUR BRI Jadi Solusi Permodalan UMKM di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Stabilitas kerja tidak lagi menjadi jaminan, sementara kemandirian ekonomi menjadi tuntutan baru bagi pekerja.

Freelance kini bukan sekadar pilihan alternatif, melainkan realitas yang lahir dari krisis. Pertanyaannya, apakah sistem ketenagakerjaan siap beradaptasi, atau justru membiarkan pekerja menanggung risiko seorang diri?. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: