Jelang Tutup Tahun, ASN Pemprov Lampung Berlakukan WFA dan WFH
Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan--
MEDIALAMPUNG.CO.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) dan Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) menjelang akhir tahun.
Kebijakan tersebut tertuang dalam surat edaran yang telah disampaikan kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan satuan kerja di lingkungan Pemprov Lampung.
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Marindo Kurniawan, menjelaskan bahwa pengaturan pelaksanaan WFA dan WFH diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing kepala OPD dan kepala satuan kerja, dengan tetap mengutamakan kelancaran pelayanan publik.
“Untuk kebijakan WFA dan WFH, kami meminta kepala OPD dan kepala satker mengatur kebutuhan pegawai di instansi masing-masing. Tidak semua pegawai melaksanakan WFA dan WFH, hanya yang memungkinkan saja,” ujar Marindo saat dimintai keterangan, Rabu 24 Desember 2025.
BACA JUGA:Kinerja Fiskal Lampung Menguat, Realisasi APBD 2025 Lampaui Rata-rata Nasional
Ia menegaskan bahwa kebijakan kerja fleksibel tersebut tidak boleh mengganggu pelayanan publik.
OPD yang bersentuhan langsung dengan masyarakat diminta tetap siaga hingga akhir jam kerja.
“Kami menekankan pelayanan publik, terutama yang berkaitan langsung dengan masyarakat, harus tetap berjalan normal. Silakan diatur secara bijak oleh masing-masing OPD,” tegasnya.
Selain menerapkan WFA dan WFH, Pemprov Lampung juga akan menggelar kegiatan muhasabah dan doa bersama sebagai refleksi akhir tahun.
BACA JUGA:Situs Megalitikum Goa Arak-arak: Jejak Sunyi Peradaban Kuno di Balik Tebing Bondowoso
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 27 Desember 2025 di Masjid Al-Bakrie, Bandar Lampung, dan terbuka untuk masyarakat umum.
“Kegiatan ini melibatkan masyarakat, instansi vertikal, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan. Kita mengajak semua pihak untuk bersama-sama berdoa dan melakukan refleksi akhir tahun,” kata Marindo.
Dalam kesempatan itu, Pemprov Lampung turut menyampaikan empati kepada masyarakat di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terdampak bencana banjir dan longsor.
Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem di akhir Desember.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
