Budaya Majapahit yang Masih Hidup Hingga Kini
CANDI TIKUS - Candi-candi yang dibangun menggunakan bata merah menjadi ciri khas Majapahit-Foto Instagram@harnodp-
MEDIALAMPUNG.CO.ID - Kerajaan Majapahit dikenal sebagai salah satu kerajaan terbesar dalam sejarah Nusantara.
Berdiri pada tahun 1293 dan mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk serta Patih Gajah Mada, Majapahit menjelma menjadi kekuatan politik, ekonomi, dan budaya yang disegani di Asia Tenggara.
Pusat pemerintahannya berada di Trowulan, Jawa Timur — wilayah yang kini menyimpan banyak peninggalan sejarah berupa candi, prasasti, dan situs purbakala.
Masa keemasan Majapahit bukan hanya ditandai oleh kekuasaan militernya, tetapi juga oleh kemajuan peradaban dan kebudayaan. Banyak warisan budaya dari masa itu yang masih bertahan hingga sekarang, menjadi bagian dari identitas bangsa Indonesia.
BACA JUGA:Kitab Sutasoma Karya Mpu Tantular: Warisan Luhur dari Masa Keemasan Majapahit
1. Agama dan Kepercayaan
Majapahit dikenal sebagai kerajaan bercorak Hindu-Buddha. Kedua agama ini hidup berdampingan dan melahirkan berbagai bentuk toleransi beragama yang luar biasa pada masanya. Meskipun mayoritas rakyat Majapahit menganut ajaran Hindu-Buddha, kerajaan ini juga memberi ruang bagi pemeluk agama lain, termasuk Islam dan kepercayaan lokal.
Raja Majapahit kerap dianggap sebagai perwujudan dewa di bumi, suatu konsep yang memperlihatkan kuatnya pengaruh spiritual dalam sistem pemerintahan mereka. Namun demikian, nilai-nilai moral yang diajarkan dalam berbagai kitab keagamaan, seperti Kakawin Sutasoma, justru menekankan pentingnya harmoni dan persatuan.
Dari karya Mpu Tantular inilah lahir semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu jua, yang kini menjadi semboyan negara Indonesia.
BACA JUGA:Mengenal Kerajaan Majapahit dan Peninggalannya yang Mendunia
2. Seni dan Arsitektur
Kemegahan Majapahit dapat dilihat dari karya seninya yang kaya makna. Arsitektur pada masa ini mencerminkan perpaduan nilai estetika dan religius. Candi-candi yang dibangun menggunakan bata merah menjadi ciri khas Majapahit, seperti Candi Tikus, Candi Brahu, dan Gapura Bajang Ratu. Setiap bangunan memiliki makna simbolis, menggambarkan kepercayaan terhadap alam semesta, makhluk hidup, serta hubungan antara manusia dan dewa.
Selain arsitektur, seni ukir, lukisan, dan pahatan berkembang pesat. Motif yang digunakan biasanya berupa flora dan fauna seperti burung, naga, atau bunga teratai yang melambangkan kesucian. Seni pertunjukan seperti wayang kulit dan tari juga menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat. Cerita-cerita epik seperti Mahabharata dan Ramayana sering dipentaskan dalam upacara kerajaan, menjadikan seni sebagai sarana penyampaian nilai moral dan spiritual.
Hingga kini, banyak bentuk seni peninggalan Majapahit yang masih dilestarikan. Misalnya, ukiran pada mebel Jepara yang menampilkan gaya khas Majapahit, atau kesenian wayang yang terus menjadi kebanggaan budaya Indonesia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
