Candi Borobudur: Keagungan Warisan Nusantara di Tanah Jawa
Candi Borobudur - Foto instagram @unesco--
MEDIALAMPUNG.CO.ID - Candi Borobudur merupakan salah satu mahakarya arsitektur dunia yang berdiri megah di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Bangunan suci umat Buddha ini telah menjadi ikon kebudayaan Indonesia sekaligus destinasi wisata internasional yang tak pernah sepi pengunjung.
Dengan keindahan arsitektur, kekayaan relief, serta nilai sejarah yang tinggi, Borobudur bukan sekadar situs religi, melainkan juga monumen peradaban yang menakjubkan.
BACA JUGA:Batu Termanu Rote: Pesona Eksotis di Ujung Selatan Indonesia
Sejarah Singkat Borobudur
Pembangunan Candi Borobudur berlangsung pada masa kejayaan Dinasti Syailendra, sekitar abad ke-8 hingga ke-9 Masehi.
Fungsi utamanya diyakini sebagai pusat ibadah umat Buddha aliran Mahayana.
Bangunan setinggi 35 meter dengan sembilan tingkat ini menggambarkan perjalanan spiritual menuju pencerahan atau Nirwana.
BACA JUGA:Gunung Bromo, Panorama Alam Megah dan Tradisi Abadi Masyarakat Tengger
Namun, setelah kejayaan kerajaan-kerajaan Jawa Kuno meredup, Borobudur sempat terlupakan selama ratusan tahun.
Letusan Gunung Merapi dan kondisi alam membuatnya terkubur abu vulkanik serta tertutup semak belukar.
Pada tahun 1814, Sir Thomas Stamford Raffles memerintahkan pembersihan kawasan ini hingga akhirnya kembali dikenal dunia.
Restorasi besar-besaran dilakukan pada dekade 1970-an dengan dukungan UNESCO, dan pada 1991 Borobudur resmi ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia.
BACA JUGA:Likupang, Permata Sulawesi Utara yang Menyatukan Alam
Filosofi dan Arsitektur
Keunikan Borobudur terletak pada bentuknya yang menyerupai piramida berundak, dibangun tanpa perekat semen, melainkan dengan teknik kunci batu. Struktur bangunan terbagi dalam tiga tingkatan yang mencerminkan perjalanan spiritual manusia.
1. Kamadhatu
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




