Parkir Liar di Jalan Raden Intan Sebabkan Kemacetan Parah, Warga Minta Penertiban

Parkir Liar di Jalan Raden Intan Sebabkan Kemacetan Parah, Warga Minta Penertiban

Minim lahan parkir picu maraknya parkir liar di Jalan Raden Intan-Foto Enrique Ferari -

MEDIALAMPUNG.CO.ID – Aktivitas parkir liar di sepanjang Jalan Raden Intan, salah satu jalur utama di pusat Kota Bandar Lampung, semakin meresahkan.

Deretan mobil yang diparkir sembarangan di sisi jalan menyebabkan badan jalan menyempit, memicu kemacetan parah terutama pada jam sibuk.

Pantauan di lapangan pada Sabtu, 9 Agustus 2025, puluhan kendaraan roda empat berjajar di sisi kiri dan kanan jalan, mulai dari depan pusat perbelanjaan hingga kawasan pertokoan. 

Ruas jalan yang seharusnya bisa dilalui dua lajur kendaraan kini hanya bisa digunakan bergantian, memaksa pengendara melaju lambat bahkan berhenti total.

BACA JUGA:Pelaku Spesialis Curanmor di Bandar Lampung Serahkan Diri ke Polisi

Situasi macet akibat parkir liar tidak hanya terjadi pada akhir pekan, tetapi juga di hari kerja. Arus lalu lintas yang seharusnya lancar terganggu karena badan jalan terhalang mobil parkir.

Deni, seorang pengemudi ojek online yang setiap hari melewati kawasan tersebut, mengeluhkan kondisi ini.

“Macetnya luar biasa, apalagi pas jam pulang kerja dan malam minggu seperti ini. Sering kali harus berhenti total karena jalan cuma bisa dilewati satu mobil. Padahal, ini jalan utama kota,” keluhnya.

Menurutnya, masalah ini sudah berlangsung lama tanpa ada penertiban serius dari pihak pemerintah kota.

BACA JUGA:Tiket Laga Kandang Perdana Bhayangkara FC di Stadion Sumpah Pemuda Segera Dirilis

Keluhan juga datang dari Tari, warga Enggal, yang sering terjebak macet saat menuju pusat kota.

“Ini bukan cuma soal macet, tapi juga soal keselamatan. Pernah ada ambulans yang terhambat karena jalan tertutup mobil parkir. Kalau ada kondisi darurat, siapa yang bertanggung jawab?” ujarnya prihatin.

Ia menegaskan bahwa dampak parkir liar bukan hanya memperlambat perjalanan, tetapi juga berpotensi menghambat penanganan situasi darurat.

Di tengah keluhan warga, beberapa juru parkir di lokasi mengaku hanya membantu mengatur kendaraan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: