BGN Pekerjakan Warga Prasejahtera, Dapur MBG Jadi Jalan Menuju Kehidupan yang Lebih Layak

BGN Pekerjakan Warga Prasejahtera, Dapur MBG Jadi Jalan Menuju Kehidupan yang Lebih Layak

ILUSTRASI: Program MBG menyerap pekerja dari kalangan warga prasejahtera--

MEDIALAMPUNG.CO.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) mengumumkan langkah revolusioner: merekrut tenaga kerja dari kalangan keluarga miskin ekstrem dan miskin (desil 1 dan desil 2) untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Bukan sekadar proyek pemberian makanan, MBG kini menjelma menjadi jembatan ekonomi yang membuka pintu bagi mereka yang paling terpinggirkan.

Redy Hendra Gunawan, Staf Khusus BGN, dengan suara tegas menyampaikan bahwa minimal 30% dari total 47 pekerja di setiap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan direkrut dari kelompok prasejahtera.

"Inilah wujud nyata arahan Presiden: program prioritas harus menggandeng rakyat paling bawah, bukan hanya untuk diberi makan, tapi juga diberi penghidupan," ujarnya dalam konferensi di Jakarta, 28 Juli 2025.

BACA JUGA:Hyundai Ioniq 6 Facelift 2025 Hadir, Jarak Tempuh 562 Km dan Harga Mulai Rp400 Jutaan

Langkah ini bukan hanya simbolik—ia adalah gerakan terstruktur dan masif. Tercatat, hingga hari ini, sebanyak 2.378 unit SPPG telah beroperasi dengan melibatkan 6.076 kelembagaan ekonomi lokal sebagai pemasok utama bahan pangan, mulai dari koperasi, BUMDes, BUMDesma, hingga UMKM.

Tak kurang dari 93.572 orang relawan lokal telah terlibat aktif di dapur-dapur pelayanan gizi ini, membuktikan bahwa gotong royong masih hidup dalam denyut nadi bangsa.

Capaian Program MBG pun mencengangkan. Sebanyak 7.444.238 penerima manfaat tersebar di seluruh wilayah Indonesia, dari anak-anak PAUD hingga balita, dari santri hingga ibu menyusui, semua mendapatkan nutrisi layak yang mungkin dulu hanya jadi mimpi.

Di balik satu piring makanan, ada sistem yang menggerakkan ribuan orang dengan semangat yang menyala—mirip bara api kecil yang perlahan menjadi nyala unggun perubahan sosial.

BACA JUGA:Tips Jitu Ajukan KUR Mandiri 2025: Syarat, Dokumen, dan Limit hingga Rp100 Juta

Dan tak berhenti di situ. Dalam waktu hanya 10 hari ke depan, BGN akan mengaktifkan tambahan 2.401 unit SPPG, sehingga total mencapai 4.788 unit.

Target mereka? 15 juta penerima manfaat. Sebuah langkah besar dengan dampak yang tak sekedar gizi, tapi juga harga diri, pekerjaan, dan keadilan sosial.

Program MBG bukan sekadar distribusi makanan gratis. Ia adalah gambaran nyata dari kehadiran negara di dapur rakyatnya, menjangkau yang tak terjangkau, dan memberi peran kepada mereka yang lama hanya jadi penonton dalam panggung pembangunan.

Di sinilah dapur menjadi ruang emansipasi ekonomi, tempat air mata diganti semangat, dan panci-panci merebus bukan hanya sayur, tapi harapan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: