Gunung Lompobattang Sinjai: Wisata Alam Baru yang Jadi Permata Sulawesi Selatan
Gunung Lompobattang - Foto instagram @wahyu10dika--
MEDIALAMPUNG.CO.ID - Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, menghadirkan sebuah destinasi wisata alam yang patut diperhitungkan.
Berada di Desa Bonto Tengnga, Kecamatan Sinjai Borong, kawasan wisata Gunung Lompobattang kini menjadi tujuan favorit bagi warga lokal maupun wisatawan dari luar daerah.
Meskipun baru diresmikan pada awal Januari 2019, daya tariknya sudah mampu mengundang banyak pengunjung yang ingin menikmati udara segar pegunungan dan panorama alam yang menawan.
BACA JUGA:Air Terjun Sipiso-piso, Pesona Alam Menjulang di Tanah Karo
Dari Bukit Gersang Menjadi Destinasi Wisata
Sebelum dikenal sebagai objek wisata, kawasan Gunung Lompobattang hanyalah bukit tandus yang kurang terurus.
Melalui semangat gotong royong antara aparat desa dan masyarakat, area ini berhasil disulap menjadi ruang rekreasi alami yang tertata rapi.
Transformasi ini mendapat apresiasi dari Bupati Sinjai karena tidak hanya mempercantik desa, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar.
BACA JUGA:Serunya Menyusuri Sungai Banjarmasin dengan Kelotok
Panorama Negeri di Atas Awan
Pesona utama Gunung Lompobattang adalah pemandangan spektakuler di pagi hari. Cahaya matahari yang muncul perlahan dari balik bukit berpadu dengan kabut tebal, menciptakan suasana bak negeri di atas awan. Fenomena ini membuat banyak wisatawan rela datang lebih awal demi mengabadikan momen indah, yang kemudian banyak dibagikan di media sosial.
Spot-spot foto dengan latar perbukitan hijau, kabut putih, dan langit biru menjadikan Gunung Lompobattang primadona baru bagi para pecinta fotografi alam.
Tidak hanya itu, kawasan ini juga sering dijadikan lokasi kegiatan komunitas, acara keluarga, hingga tempat singgah melepas penat dari rutinitas sehari-hari.
BACA JUGA:Pantai Setangi: Mutiara Tersembunyi dengan Senja Romantis di Lombok Utara
Kuliner Khas Sinjai di Kaki Gunung
Menikmati pemandangan alam tentu semakin lengkap dengan sajian kuliner tradisional khas Sinjai.
Warga setempat menyediakan kopi robusta hangat dan kudapan tradisional seperti Paranggi yang manis dan Baje berbahan kacang tanah serta gula merah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




