Pakaian dan Perhiasan dalam Masyarakat Mesir Kuno

Pakaian dan Perhiasan dalam Masyarakat Mesir Kuno

Makna pakaian dan perhiasan Mesir Kuno erat kaitannya dengan status sosial dan kehidupan setelah mati-Ilustrasi Freepik.com-

BACA JUGA:Cara Mendapatkan Saldo DANA Gratis Hari Ini, Bisa Langsung Masuk ke Dompet Digital

Pakaian Wanita Mesir Kuno

Pakaian wanita Mesir Kuno umumnya berupa gaun panjang lurus yang menutupi tubuh dari dada hingga mata kaki. Gaun ini biasanya bertali di bahu dan terbuat dari linen tipis. 

Pada masa awal, model pakaian wanita sangat sederhana, tetapi seiring perkembangan zaman, muncul variasi lipatan, hiasan, dan model yang lebih anggun.

Wanita bangsawan sering mengenakan pakaian yang lebih ketat dan transparan untuk menonjolkan keindahan tubuh, sedangkan wanita dari kalangan rakyat memakai pakaian yang lebih praktis untuk bekerja sehari-hari. Meski demikian, kebersihan dan kerapian tetap menjadi hal penting bagi semua lapisan masyarakat.

BACA JUGA:Mengenal Es Pudding Manis, Hidangan Dingin yang Digemari Semua Usia

Warna dan Makna Simbolis

Sebagian besar pakaian Mesir Kuno berwarna putih atau krem alami dari linen. Warna putih melambangkan kesucian, kebersihan, dan keteraturan. Pewarna kain sebenarnya sudah dikenal, tetapi jarang digunakan pada pakaian sehari-hari.

Sebaliknya, warna justru lebih banyak digunakan dalam perhiasan dan aksesori. Warna biru melambangkan langit dan Sungai Nil, hijau melambangkan kesuburan dan kehidupan, merah melambangkan kekuatan, sedangkan emas dianggap sebagai simbol keabadian dan kekuatan para dewa. 

Makna simbolis ini menunjukkan bahwa orang Mesir Kuno sangat memperhatikan filosofi di balik penampilan mereka.

BACA JUGA:Air Terjun Telun Berasap, Pesona Kabut Alami di Kaki Gunung Kerinci

Perhiasan sebagai Penanda Status Sosial

Perhiasan memegang peranan penting dalam masyarakat Mesir Kuno. Baik pria maupun wanita dari berbagai lapisan sosial mengenakan perhiasan seperti kalung, gelang, cincin, dan anting. 

Perbedaannya terletak pada bahan yang digunakan. Rakyat biasa memakai perhiasan dari keramik, kaca, atau batu sederhana, sedangkan bangsawan menggunakan emas, perak, dan batu mulia seperti lapis lazuli, carnelian, dan turquoise.

Semakin mewah perhiasan yang dikenakan, semakin tinggi pula kedudukan sosial seseorang. Oleh karena itu, perhiasan menjadi simbol kekayaan, kekuasaan, dan kehormatan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: