Tradisi Mandi Balimau di Mukomuko: Penyambutan Ramadan dengan Kesucian Diri

Tradisi Mandi Balimau di Mukomuko: Penyambutan Ramadan dengan Kesucian Diri

Tradisi mandi balimau di Mukomuko bukan hanya sebuah kebiasaan turun-temurun, tetapi mencerminkan nilai-nilai religius, sosial, dan budaya masyarakat setempat. - Foto: Instagram@mukomukohits--

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Setiap daerah di Indonesia memiliki cara tersendiri dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan. 

Di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, masyarakat menjalankan sebuah tradisi unik yang dikenal dengan nama mandi balimau

Ritual ini telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian dari kekayaan budaya yang masih dijaga hingga kini.

Mandi balimau memiliki makna mendalam, bukan sekadar membersihkan tubuh, tetapi juga sebagai bentuk pembersihan jiwa menjelang bulan puasa. 

BACA JUGA:Bikin Sendiri di Rumah! Resep Asinan Buah Khas Bogor yang Super Segar dan Bikin Ketagihan

Kata "balimau" mengacu pada campuran air dengan jeruk nipis atau limau yang digunakan dalam proses mandi. 

Jeruk nipis dipercaya memiliki khasiat menyegarkan dan membersihkan, sehingga cocok dijadikan simbol kesucian diri.

Pelaksanaan mandi balimau biasanya dilakukan sehari sebelum Ramadan dimulai. Masyarakat melakukannya dengan niat tulus untuk mensucikan lahir dan batin. 

Tradisi ini juga merupakan cara untuk mempersiapkan diri secara spiritual agar dapat menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk dan bersih dari segala kesalahan masa lalu.

BACA JUGA:Upacara Adat Bengkulu yang Masih Bertahan Hingga Kini

Dahulu, mandi balimau dilakukan secara beramai-ramai di sungai, terutama Sungai Selagan yang terkenal di wilayah tersebut. 

Masyarakat dari berbagai usia akan datang membawa air limau dan bahan alami seperti daun pandan atau bunga-bungaan. 

Mereka mandi bersama dalam suasana penuh kegembiraan, sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan kebersamaan.

Namun, perkembangan zaman membawa perubahan pada cara pelaksanaan tradisi ini. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: