Diduga Korsleting Listrik, Satu Rumah di Gedong Meneng Terbakar
Diduga Korsleting Listrik, Satu Rumah di Gedong Meneng Terbakar--
MEDIALAMPUNG.CO.ID – Kebakaran hebat terjadi di Jalan Cengkeh 1, Kelurahan Gedong Meneng, Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung, pada Senin malam 10 Maret 2025. Peristiwa ini menghanguskan satu rumah milik Prihadi (48), seorang pengusaha papan bunga.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 20.06 WIB ini diduga akibat korsleting listrik pada termis, yang kemudian menyambar ke papan bunga di rumah tersebut.
Salah satu warga di lokasi kejadian mengatakan bahwa api dengan cepat menjalar ke seluruh bagian rumah yang dihuni oleh enam orang tersebut.
"Kata yang menjaga rumah saat kejadian, pemiliknya sedang berada di luar. Di dalam ada kakaknya, anak, dan istrinya. Pertama kali melihat api itu adiknya, yang katanya berasal dari termis listrik, lalu langsung menyambar papan bunga," ujar warga tersebut.
BACA JUGA:Pemkot Bandar Lampung Temukan Tempat Hiburan Malam Masih Beroperasi Saat Ramadhan
Akibat kebakaran yang begitu cepat, pemilik rumah tidak sempat menyelamatkan barang berharganya, termasuk mobil dan sepeda motor.
"Motor dan mobil juga ikut terbakar, belum lagi perabotan lainnya," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bandar Lampung, Anthony Irawan, mengatakan bahwa pihaknya mengerahkan 37 personel untuk memadamkan api, mengingat kobaran api cukup besar dan berisiko merambat ke bangunan lain.
"Karena api cukup besar dan dikhawatirkan menyebar ke bangunan di sekitarnya, kami mengerahkan tujuh armada pemadam kebakaran serta 37 personel. Pemadaman dilakukan dengan menghabiskan 15 tangki air," ungkapnya.
BACA JUGA:Kelurahan Way Halim Permai Perketat Keamanan Selama Ramadhan
Proses pemadaman berlangsung selama lebih dari dua jam. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Namun, akibat kebakaran tersebut, korban mengalami kerugian yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Adapun kerugian yang diderita meliputi satu unit mobil, satu unit motor, serta 15 kipas angin blower. Jika ditotal, berdasarkan perkiraan korban, kerugiannya mencapai sekitar Rp 250 juta," beber Anthony.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




