Jembatan di Suoh Rusak dan Tak Bisa Dilalui Mobil, Begini Respon Pemkab Lampung Barat

Jembatan di Suoh Rusak dan Tak Bisa Dilalui Mobil, Begini Respon Pemkab Lampung Barat

--

LAMBAR, MEDIALAMPUNG.CO.ID - Sudah sekitar enam bulan terakhir jembatan Sungai Way Semangka di Pekon Tuguratu Kecamatan Suoh Kabupaten Lampung Barat tidak bisa dilalui oleh mobil. 

Hal ini disebabkan lantai jembatan yang berupa kayu, mulai lapuk bahkan di salah satu titik telah berlubang yang tidak lagi memungkinkan dilintasi.

Akibatnya, masyarakat pengguna jalan khususnya pengendara mobil harus beralih menggunakan jembatan yang dibangun oleh PT. Tanggamus Elektrik Power (TEP). 

Rizal salah seorang pengendara mengungkapkan, sejak mulai mengalami kerusakan sekitar enam bulan lalu, belum ada perbaikan terhadap jembatan tersebut.

BACA JUGA:Presiden Jokowi Dipastikan Batal Hadir Dalam Pembukaan GTTGN di Lampung

"Lantai jembatannya masih berupa kayu, nah kondisinya sudah mulai lapuk dan sudah berlubang, sehingga untuk mobil sudah tidak bisa lagi melintasi jembatan tersebut, dan harus sedikit berputar melintasi jembatan yang dibangun oleh PT TEP," ungkap Rizal, Selasa (6/6/2023).

Sementara itu, Kabid Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Lambar Robert Putra, ST., mengatakan, pihaknya akan segera melakukan pembahasan sebagai bentuk respon terkait kerusakan jembatan tersebut.

"Sebenarnya mobil masih bisa lewat jembatan bawah, muter sedikit melalui jembatan yang dibangun oleh PT TEP. Tetapi soal jembatan milik Pemkab yang rusak tersebut akan kami diskusikan di bidang kalau bisa ada upaya kami dan kalaupun tidak semoga masyarakat berkenan memperbaiki lantai kayu secara swadaya," ungkapnya.

Karena, lanjut Robert, untuk penanganannya khususnya anggaran pemeliharaan tidak ada. 

BACA JUGA:Kepengurusan LPPL Radio Swara Praja Resmi Dibekukan, Aset dan Penyiaran Diambil Alih Pemkab Lampung Barat

Sementara itu perihal rencana peningkatan menjadi jembatan permanen juga belum bisa dilakukan dan lagi-lagi masih terkendala anggaran.

"Untuk rencana penanganan lebih lanjut menjadi permanen ada. Tetapi untuk desain kajian sudah ada, hanya saja untuk membangun jembatan permanen akan sulit, mengingat biayanya sangat mahal," kata dia.

Dari hasil kajian yang dilakukan, lanjut Robert, pondasi abutment existing jembatan tersebut saat ini masih berupa Bronjong, karena pada saat dibangun dahulu merupakan jembatan darurat.

"Letak lokasi jembatan yang dibangun PT TEP itu tidak jauh, dan kondisinya sangat baik untuk dilalui, sementara untuk peningkatan permanen jembatan milik Pemkab tersebut harus membutuhkan biaya yang besar, karenanya masyarakat khususnya untuk pengendara mobil diimbau untuk bisa melintasi jembatan yang dibangun PT TEP," pungkasnya.*

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: