Bahas Konflik Gajah Suoh, Konsorsium Barisan Selatan-Pemkab Lambar Gelar Audiensi

Bahas Konflik Gajah Suoh, Konsorsium Barisan Selatan-Pemkab Lambar Gelar Audiensi

--

Medialampung.co.id – Konsorsium Barisan Selatan melakukan Audiensi dengan jajaran Pemkab Lampung Barat, yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Konflik Manusia dan Satwa Liar, khususnya membahas persoalan konflik gajah di Kecamatan Suoh dan Kecamatan Bandarnegeri Suoh (BNS), bertempat di ruang rapat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lambar, Kamis (23/6).

Seperti diketahui, Konsorsium Barisan Selatan merupakan gabungan kerjasama NGO YKWS, Repong Indonesia, PILI, dengan dukungan dana dari TFCA Sumatera. Koordinasi dan konsultasi yang dilakukan itu sendiri, menjadi bagian penting yang akan dilakukan dalam rangka menjalankan program ‘Harmonisasi Manusia dan Gajah di Penyangga TNBBS’ Resort Suoh. 

Rapat yang dipimpin oleh Asisten II Bidang Ekbang Wasisno Sembiring tersebut dihadiri oleh Anggota DPRD Lambar Sugeng Hari Kinaryo Adi, Kepala DLH Muhammad Henry Faisal, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lambar Abdullah Kodri, serta dari Bagian Sumberdaya Alam (SDA) dan juga dari pihak Konsorsium.

Kepala DLH Lambar Muhammad Henry Faisal menyampaikan, berdasarkan hasil rapat yang dilakukan, terdapat sejumlah poin yang dihasilkan, yang pertama Satgas Penanggulangan Konflik Manusia dan Satwa Liar kabupaten akan menggelar rapat, yang dijadwalkan pada 5 Juli mendatang.

Dalam rapat ini akan dibahas soal penanganan konflik satwa liar dan gajah, membahas sejauh mana progress penanganan yang telah dilaksanakan di Kecamatan Suoh. Selanjutnya, membahas dan merumuskan peran masing-masing anggota Satgas, yang beranggotakan beberapa perangkat daerah dan instansi luar, termasuk nantinya akan membahas dan menyusun strategi.

”Poin selanjutnya, Pemkab Lambar akan berkoordinasi dengan Satgas Penanggulangan Konflik Manusia dan Satwa Liar Provinsi Lampung, untuk meminta fasilitasi agar digelarnya rapat bersama dengan kabupaten-kabupaten yang memiliki permasalahan serupa, khususnya wilayah tetangga di Pesisir Barat dan Tanggamus,” ungkapnya.

 

Mengingat saat ini kejadian intens di Lambar, kata Henry, maka pihaknya akan mengusulkan kepada Satgas provinsi untuk rapat tersebut dipusatkan di Lambar, permohonan ini akan segera disampaikan ke provinsi, yang rencananya untuk pelaksanaan rapat itu sendiri akan dilaksanakan di bulan Juli setelah rapat Satgas kabupaten. (nop/mlo)

 

Sumber: