Tingkatkan Jaringan Telekomunikasi, Way Haru Akan Ditambah Satu BTS

Tingkatkan Jaringan Telekomunikasi, Way Haru Akan Ditambah Satu BTS

--

Medialampung.co.id - Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfotik) tahun anggaran 2022 ini akan kembali mendapat pembangunan satu unit Base Tansceiver Station (BTS) dari Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Kepala Diskominfotik Pesbar, Suryadi, S.Ip., M.M., mengatakan, sebelumnya di tahun 2019 lalu, Pemkab Pesbar juga telah mendapat bantuan untuk pembangunan menara telekomunikasi (BTS) melalui BAKTI sebanyak tiga unit BTS yang ditempat di wilayah blank spot. 

Karena itu pada tahun 2019 lalu BTS tersebut ditempatkan di wilayah terisolir yang ada di Kecamatan Bangkunat karena memang merupakan wilayah blank spot jaringan telekomunikasi.

“Tahun 2019 pembangunan BTS itu ditempatkan di tiga Pekon yakni Pekon Bandar Dalam, Siring Gading dan Way Haru,” katanya.

Sedangkan, lanjutnya, untuk di Pekon Way Tiyas yang ada di Kecamatan Bangkunat itu juga tidak dibangun BTS karena sudah tercover dengan jaringan sinyal BTS yang ada di Bandar Dalam dan Way Haru. 

Sementara itu, rencananya penambahan untuk pembangunan BTS tahun ini tetap ditempatkan di wilayah terisolir yang dipusatkan di Pekon Way Haru, tepatnya di Pemangku Kampung Baru.

“Di sekitar lokasi Pemangku Kampung Baru tersebut memang benar-benar wilayah blank spot jaringan telekomunikasi. Sehingga Pemkab Pesbar mengajukan lokasi blank spot itu, dan lokasi itu pun sudah dilakukan pengecekan oleh tim dari BAKTI Kemenkominfo,” jelasnya.

Bahkan, kata dia, termasuk pengecekan lokasi lahan untuk pembangunan BTS yang merupakan lahan hibah warga setempat. Dari hasil pengecekan sebelumnya kondisi di sebagian wilayah Pekon Way Haru itu memang masih blank spot, sehingga penambahan satu unit BTS tersebut dipusatkan kembali di Pekon Way Haru dengan lokasi yang berbeda.

“Untuk lahan maupun persiapan administrasi lainnya sudah selesai, sehingga nanti baru persiapan rencana pembangunannya oleh pihak ketiga dari Kemenkominfo yakni PT.Fiberhome Technologies Indonesia,” kata Suryadi.

Dijelaskannya, semua yang mengerjakan pembangunan BTS tersebut langsung dari Kemenkominfo, artinya Pemkab Pesbar sebagai penerima. Penambahan satu unit BTS itu kapasitasnya sama dengan tiga BTS yang sebelumnya dibangun yakni untuk layanan 2G dan 4G, sedangkan providernya dari XL Axiata yang memang bekerjasama langsung dengan Kemenkominfo. 

Karena itu, dengan adanya penambahan BTS tersebut, mudah-mudahan layanan jaringan telekomunikasi di wilayah terisolir yang ada di Kecamatan Bangkunat itu bisa lebih maksimal.

 

“Kemungkinan akhir Juni 2022 mendatang, pihak ketiga dari Kemenkominfo sudah mulai mobilisasi material untuk pembangunan BTS tersebut, diharapkan tidak terkendali hingga selesai pembangunannya nanti, sehingga masyarakat bisa menikmati layanan jaringan telekomunikasi tersebut,” pungkasnya.(yan/mlo)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: