Mengenal Papirus: Media Tulis Penting dalam Peradaban Mesir Kuno
Papirus menjadi media tulis utama Mesir Kuno yang berperan penting dalam administrasi, ilmu pengetahuan, dan budaya-Ilustrasi Gemini AI-
BACA JUGA:Ekonomi Membaik, Angka Kemiskinan Lampung Turun Jadi 9,66 Persen
Para juru tulis atau scribe memiliki peran yang sangat penting karena mereka bertugas menuliskan dan menyimpan informasi penting negara.
Kemampuan membaca dan menulis di atas papirus menjadikan seorang scribe memiliki kedudukan sosial yang tinggi.
Selain untuk keperluan administrasi, papirus juga digunakan dalam bidang keagamaan. Teks-teks kepercayaan, doa, mantra, dan ritual dituliskan pada papirus dan sering disimpan di kuil atau makam.
Salah satu contoh terkenal adalah Kitab Orang Mati, yaitu kumpulan doa dan petunjuk yang diyakini membantu arwah dalam perjalanan menuju alam baka. Papirus yang berisi teks keagamaan ini sering kali dihias dengan gambar dan simbol yang sarat makna spiritual.
BACA JUGA:Gubernur Mirza Pastikan Jembatan Way Bungur Mulai Dibangun Bulan Ini
Papirus juga menjadi sarana penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Berbagai catatan tentang matematika, astronomi, pengobatan, dan teknik bangunan ditemukan dalam bentuk papirus.
Dokumen medis Mesir Kuno, misalnya, memuat informasi mengenai diagnosis penyakit, penggunaan ramuan herbal, serta metode penyembuhan yang menunjukkan tingkat pengetahuan yang cukup maju untuk zamannya.
Hal ini membuktikan bahwa papirus berperan besar dalam melestarikan dan menyebarkan ilmu pengetahuan lintas generasi.
Salah satu keunggulan utama papirus adalah daya tahannya. Dalam kondisi lingkungan yang kering, seperti di wilayah Mesir, papirus dapat bertahan hingga ribuan tahun.
BACA JUGA:Polres Lampung Utara Sosialisasikan Rekrutmen Polri 2026 di SMA Negeri 1 Abung Semuli
Beberapa papirus yang ditemukan oleh para arkeolog diperkirakan berusia lebih dari 5.000 tahun dan masih dapat dibaca hingga kini.
Ketahanan inilah yang menjadikan papirus sebagai sumber sejarah yang sangat berharga bagi para peneliti modern.
Namun, papirus juga memiliki keterbatasan. Media ini tidak tahan terhadap kelembapan tinggi dan mudah rusak jika terkena air. Oleh karena itu, papirus kurang berkembang di wilayah dengan iklim basah.
Seiring waktu, papirus mulai tergantikan oleh perkamen dan kemudian kertas, yang lebih fleksibel dan mudah diproduksi secara massal. Meski demikian, peran papirus dalam sejarah tidak dapat tergantikan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
