Presiden Prabowo Luncurkan Program PLTS 100 GWp, 14 Proyek Perdana Capai 5.300 MWp

Presiden Prabowo Luncurkan Program PLTS 100 GWp, 14 Proyek Perdana Capai 5.300 MWp

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto (ketiga dari kanan) didampingi Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia (kanan), dan Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kedua dari kanan) saat mendengarkan pemaparan _walking gallery_ oleh Direktur Jenderal Energi B-Humas PLN Lampung-

Pengembangan energi surya, kata Bahlil, akan dilakukan dengan memanfaatkan potensi sumber daya di berbagai daerah. Skemanya mencakup pembangunan PLTS skala besar, PLTS terapung, PLTS atap hingga pemanfaatan PLTS untuk kawasan industri dan kegiatan produktif.

Program tersebut dirancang melalui delapan skenario utama. Pertama, eliminasi PLTU sebesar 12,48 GWp. Kedua, pembangunan PLTS skala besar melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) sebesar 30,97 GWp.

BACA JUGA:Karhutla Lampung Jadi Perhatian, Wagub Jihan Minta Sumber Air dan Peralatan Dipetakan

Ketiga, pengembangan PLTS terapung sebesar 10,72 GWp. Keempat, PLTS atap 9,35 GWp. Kelima, PLTS untuk wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) sebesar 0,50 GWp.

Selanjutnya, PLTS off-grid untuk kegiatan produktif sebesar 4,36 GWp, PLTS nonatap untuk kawasan industri sebesar 7,49 GWp, serta demand creation melalui hilirisasi, kendaraan listrik, kompor induksi dan kebutuhan lainnya sebesar 24,13 GWp.

Bahlil memperkirakan implementasi seluruh skenario tersebut dapat menurunkan emisi hingga 140 juta ton CO2 per tahun. Nilai ekonomi karbon yang dihasilkan diperkirakan mencapai Rp6,31 triliun.

"Kalau ini mampu kita implementasikan semuanya, kita dapat menurunkan emisi sebesar 140 juta ton CO2 per tahun dengan nilai ekonomi karbon sebesar Rp6,31 triliun," ujar Bahlil.

BACA JUGA:Pasca Hujan Debu di PT Semen Baturaja, Warga Minta Kejadian Tak Berulang dan Tagih CSR

Berpotensi Ciptakan 5,5 Juta Lapangan Kerja

 

Selain mendukung ketahanan energi, Program PLTS 100 GWp diproyeksikan memberikan dampak ekonomi besar melalui penciptaan lapangan pekerjaan.

Bahlil menyebut program tersebut berpotensi menciptakan sekitar 5,5 juta lapangan kerja. Jumlah tersebut terdiri atas sekitar 3,465 juta tenaga kerja konstruksi dan 2,053 juta tenaga kerja manufaktur.

Pada tahap awal, pembangunan proyek PLTS juga diharapkan menghasilkan efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) serta mendorong aktivitas ekonomi di daerah.

Total investasi program ini diperkirakan mencapai sekitar 71,3 miliar dolar AS atau setara Rp1.140 triliun. Dari sisi fiskal, program tersebut juga diproyeksikan mampu menghasilkan efisiensi subsidi hingga Rp73,9 triliun setiap tahun.

"Total investasi dari proyek ini kurang lebih sekitar 71,3 miliar USD, atau setara dengan Rp1.140 triliun. Dari total pekerjaan ini, kita bisa melakukan efisiensi terhadap subsidi setiap tahun mencapai Rp73,9 triliun," jelas Bahlil.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait