Pasca Hujan Debu di PT Semen Baturaja, Warga Minta Kejadian Tak Berulang dan Tagih CSR

Pasca Hujan Debu di PT Semen Baturaja, Warga Minta Kejadian Tak Berulang dan Tagih CSR

Warga meminta PT Semen Baturaja melakukan evaluasi menyeluruh agar gangguan debu tidak kembali berdampak pada permukiman.--

MEDIALAMPUNG.CO.ID – Persoalan debu yang diduga berasal dari aktivitas PT Semen Baturaja Tbk di Kecamatan Panjang kembali menjadi perhatian warga setelah perusahaan mengalami kerusakan pada fasilitas produksi pada 5 Agustus 2026.

Dugaan Kerusakan tersebut terjadi pada bagian saringan penggiling. Selain itu, perusahaan juga menemukan adanya lubang pada bagian casing antarcompartment yang disebut dipicu oleh korosi pada material pelat.

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan operasional perusahaan.

Saat tim MEDIALAMPUNG.CO.ID turun langsung meninjau ke lokasi pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Warga yang tinggal di sekitar lokasi PT Semen Baturaja smenilai pengawasan serta pemeliharaan fasilitas produksi perlu diperkuat untuk mencegah gangguan serupa terulang dan berdampak terhadap lingkungan permukiman.

BACA JUGA:Pengadaan Seragam Sekolah Jadi Sorotan, DPRD Minta Transparansi dan Tepat Sasaran

Keluhan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan debu yang mengotori halaman maupun bagian luar rumah.

Sejumlah warga mengaku debu turut masuk ke lingkungan tempat tinggal. Bahkan, partikel debu disebut dapat menempel pada makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

Situasi tersebut membuat warga mempertanyakan langkah pengendalian dampak lingkungan dari aktivitas industri di kawasan Panjang.

Mereka berharap persoalan yang muncul tidak hanya diselesaikan melalui perbaikan teknis terhadap fasilitas yang mengalami kerusakan.

BACA JUGA:Kapolresta Bandar Lampung Temui Dandim, Sinergi TNI-Polri Kian Diperkuat

Bagi masyarakat, pencegahan harus menjadi perhatian utama agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dan menimbulkan gangguan terhadap kenyamanan warga di sekitar perusahaan.

Warga juga meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan fasilitas produksi, khususnya yang berkaitan dengan potensi kebocoran maupun pelepasan debu ke lingkungan sekitar.

Masyarakat menilai aktivitas industri harus berjalan seiring dengan tanggung jawab menjaga lingkungan dan kenyamanan warga di sekitar wilayah operasional.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: