Budiyono Usung Konsep Gaspol untuk Perkuat Kepemimpinan dan Daya Saing Unila
Calon Rektor Universitas Lampung periode 2027–2031, Dr. Budiyono, memaparkan visi dan misi serta gagasannya untuk memperkuat Unila di tingkat nasional dan internasional dalam dialog bersama media di Bandar Lampung--
MEDIALAMPUNG.CO.ID — Calon Rektor Universitas Lampung (Unila) periode 2027–2031, Dr. Budiyono, memaparkan visi dan misinya dalam dialog bersama media di Media Center Ikatan Jurnalis Pemprov (IJP) Lampung, Rabu 26 Agustus 2026.
Dalam dialog tersebut, Budiyono menawarkan sejumlah gagasan untuk membawa Unila menjadi perguruan tinggi yang lebih kuat di tingkat nasional dan mampu bersaing di level internasional.
Gagasan itu meliputi penguatan sumber daya manusia (SDM), rumah sakit pendidikan, riset, fasilitas laboratorium, hubungan dengan industri, optimalisasi aset kampus, hingga peningkatan keterampilan mahasiswa.
Budiyono menilai rumah sakit pendidikan Unila harus menjadi salah satu prioritas. Menurutnya, fasilitas tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembelajaran mahasiswa kedokteran, tetapi juga harus mampu menjadi pusat pelayanan dan rujukan masyarakat Lampung.
BACA JUGA:Polisi Dalami Penemuan Jasad Bayi di Sungai Tanjung Agung Bandar Lampung
“Ke depan rumah sakit pendidikan ini mungkin Oktober sudah berjalan. Ini perlu perhatian ekstra agar bisa menjadi contoh atau rujukan masyarakat dari seluruh kabupaten di Provinsi Lampung,” kata Budiyono.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan SDM dan kepemimpinan. Budiyono menawarkan konsep Gaspol, yakni global, adaptive, smart, professional, optimis, dan diversif, sebagai karakter yang ingin dibangun di lingkungan kampus.
Menurutnya, Unila memiliki banyak profesor dan doktor berkualitas. Namun, potensi tersebut harus dikelola dengan kepemimpinan yang mampu mengorkestrasi seluruh sumber daya.
“Banyak orang pintar, tetapi kadang-kadang ego-nya juga tinggi. Bagaimana mengorkestrasi ini, menurut saya perlu leadership yang kuat,” ujarnya.
BACA JUGA:Bandar Lampung Dilanda Krisis Air, Pemkot Siapkan Sumur Bor hingga 50 Titik Tahun Depan
Budiyono juga ingin mengubah cara pandang terhadap universitas. Menurutnya, Unila tidak boleh hanya menjadi tempat mahasiswa belajar, memperoleh gelar, lalu selesai. Kampus harus hadir sebagai pelayan publik sekaligus pusat riset dan rujukan bagi pemerintah maupun masyarakat.
“Universitas ini sebenarnya adalah pelayan publik, bukan tuan. Bagaimana memberikan layanan yang baik?” katanya.
Ia menilai Unila harus memiliki target dan indikator yang jelas dalam meningkatkan posisi pemeringkatan perguruan tinggi. Status sebagai perguruan tinggi negeri terbesar di Lampung, menurutnya, harus diikuti dengan target untuk menjadi rujukan di tingkat nasional dan internasional.
“Walaupun sudah banyak universitas di Lampung, baik swasta maupun negeri, Unila tetap harus menjadi leader, menjadi rujukan, menjadi patokan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

