Sendi Engsel dan Perannya dalam Gerak Tubuh Sehari-hari
Ilustrasi anatomi sendi engsel pada lutut dan siku manusia--
MEDIALAMPUNG.CO.ID – Sistem gerak manusia tersusun dari berbagai komponen yang saling bekerja sama, salah satunya adalah sendi engsel yang memiliki peran vital dalam aktivitas sehari-hari.
Sendi ini memungkinkan tubuh melakukan gerakan dasar seperti menekuk dan meluruskan anggota gerak.
Meski kerap luput dari perhatian, keberadaan sendi engsel sangat menentukan kelancaran aktivitas, mulai dari berjalan, duduk, menulis, hingga mengangkat benda.
Sendi engsel merupakan jenis sendi yang hanya memungkinkan pergerakan satu arah, menyerupai mekanisme engsel pada pintu.
BACA JUGA:Berenang Saat Sungai Meluap, Remaja di Muara Sungkai Tenggelam hingga Meninggal Dunia
Gerakan yang dihasilkan terbatas pada fleksi dan ekstensi. Keterbatasan arah gerak ini justru memberikan kestabilan tinggi, sehingga sendi engsel mampu menopang beban tubuh secara optimal dan menjaga keseimbangan saat beraktivitas.
Secara anatomis, sendi engsel tersusun atas ujung-ujung tulang yang dilapisi tulang rawan, kapsul sendi, ligamen, serta cairan sinovial. Tulang rawan berfungsi sebagai bantalan agar tulang tidak saling bergesekan saat bergerak.
Cairan sinovial menjaga kelenturan sendi sekaligus mengurangi gesekan, sementara ligamen berperan mempertahankan posisi tulang agar tetap stabil dan tidak bergeser. Struktur inilah yang membuat sendi engsel kuat namun tetap fleksibel.
Sendi engsel dapat ditemukan di beberapa bagian tubuh, seperti siku, lutut, ruas jari tangan, dan jari kaki. Masing-masing memiliki fungsi spesifik yang saling mendukung sistem gerak tubuh secara keseluruhan.
BACA JUGA:Kisah 3 Artis Cantik Jadi Istri Kedua, Ada yang Bertahan Hampir 2 Dekade
Pada lutut, sendi engsel memungkinkan seseorang berjalan, berlari, naik-turun tangga, hingga jongkok. Pada siku, sendi ini berperan penting dalam menggerakkan lengan saat menulis, mengangkat barang, atau melakukan aktivitas olahraga.
Selain menunjang mobilitas, sendi engsel juga berkontribusi dalam menjaga koordinasi dan efisiensi gerak tubuh. Kombinasi kerja sendi engsel dengan jenis sendi lain membuat tubuh mampu bergerak secara stabil, terarah, dan seimbang dalam berbagai situasi.
Di balik perannya yang penting, sendi engsel termasuk bagian tubuh yang rentan mengalami gangguan. Penggunaan berulang dan beban yang terus-menerus dapat memicu osteoartritis, yaitu kondisi ketika tulang rawan menipis sehingga tulang mudah bergesekan.
Kondisi ini sering menimbulkan nyeri, kaku, dan keterbatasan gerak, terutama setelah bangun tidur atau beraktivitas berat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
