Urat Mata Merah: Tanda Iritasi Mata yang Perlu Dipahami Penyebab dan Penanganannya
Urat mata merah umumnya disebabkan oleh iritasi, kelelahan, atau faktor lingkungan dan sering kali bersifat ringan. - Foto freepik--
MEDIALAMPUNG.CO.ID – Urat mata merah kerap menimbulkan kekhawatiran karena membuat tampilan mata terlihat tidak sehat dan sering disertai rasa tidak nyaman. Kondisi ini ditandai dengan pembuluh darah pada bagian putih mata yang tampak lebih jelas akibat pelebaran atau iritasi.
Meski umumnya tidak berbahaya, urat mata merah dapat menjadi sinyal bahwa mata mengalami kelelahan, paparan lingkungan, atau gangguan kesehatan tertentu yang perlu diperhatikan.
Pembuluh darah pada mata sangat sensitif terhadap rangsangan dari luar maupun kondisi tubuh. Saat terjadi iritasi, pembuluh darah akan melebar sebagai respons alami untuk meningkatkan aliran darah ke area tersebut.
Akibatnya, mata tampak kemerahan dan dapat disertai sensasi perih, gatal, kering, atau panas, tergantung penyebab yang mendasarinya.
BACA JUGA:Polda Lampung Sampaikan Permohonan Maaf ke PWI
Penyebab Umum Urat Mata Merah
Salah satu pemicu paling sering dari urat mata merah adalah kelelahan mata. Aktivitas menatap layar ponsel, komputer, atau televisi dalam waktu lama tanpa jeda membuat mata bekerja terus-menerus. Kurangnya waktu istirahat serta kebiasaan tidur larut juga memperburuk kondisi ini karena mata tidak memiliki kesempatan optimal untuk memulihkan diri.
Selain kelelahan, faktor lingkungan memiliki peran besar. Paparan debu, asap rokok, polusi udara, angin kencang, serta sinar matahari yang terlalu terik dapat menyebabkan iritasi pada permukaan mata.
Penggunaan lensa kontak yang tidak sesuai aturan, kurang bersih, atau dipakai terlalu lama juga berpotensi menimbulkan mata merah akibat berkurangnya suplai oksigen dan gesekan berlebih pada mata.
BACA JUGA:Dell Alienware M15: Laptop Gaming Premium yang Mulai Menua, Masih Layakkah di Awal 2026?
Hubungan Urat Mata Merah dengan Kondisi Kesehatan
Urat mata merah juga sering berkaitan dengan reaksi alergi. Paparan alergen seperti debu rumah, serbuk sari, bulu hewan, hingga bahan kimia pada kosmetik mata dapat memicu peradangan ringan yang membuat mata tampak merah dan terasa gatal.
Pada kondisi tertentu, mata merah dapat menjadi gejala gangguan kesehatan yang lebih serius. Mata kering kronis, infeksi mata, tekanan darah tinggi, hingga peningkatan tekanan bola mata dapat memunculkan keluhan serupa.
Jika mata merah disertai nyeri hebat, penglihatan kabur, sensasi mengganjal yang menetap, atau keluarnya cairan abnormal, pemeriksaan medis sangat disarankan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




