Muntah Setelah Kepala Terbentur, Bisa Jadi Tanda Cedera Otak Serius
Kepala terbentur disertai muntah bisa menjadi tanda cedera otak yang memerlukan penanganan segera-Ilustrasi Gemini AI-
BACA JUGA:Pedagang Luar Dilarang Masuk, Retribusi Labuhan Jukung Diperketat
Gejala Cedera Kepala yang Tidak Boleh Diabaikan
Selain muntah, cedera kepala dapat disertai berbagai gejala lain yang muncul secara langsung maupun beberapa jam setelah kejadian.
Gejala tersebut meliputi nyeri kepala yang semakin intens, pusing disertai sensasi berputar, serta mual dan muntah yang terjadi berulang.
Korban juga dapat mengalami mengantuk berlebihan, kesulitan mempertahankan kesadaran, atau perubahan perilaku.
BACA JUGA:Danau Tirta Gangga, Oase Tenang di Jantung Lampung Tengah
Gangguan penglihatan seperti pandangan buram atau ganda, penurunan daya ingat, kebingungan, hingga kejang juga merupakan tanda yang perlu diwaspadai.
Dalam beberapa kasus, dapat terjadi kehilangan kesadaran meskipun singkat, serta keluarnya cairan bening atau darah dari hidung maupun telinga.
Apabila muntah terjadi lebih dari satu kali atau disertai gejala-gejala tersebut, kondisi ini termasuk tanda bahaya yang memerlukan evaluasi medis.
BACA JUGA:Harga Bahan Pokok di Bandar Lampung Jelang Tahun Baru Masih Stabil, Cabai Hijau Alami Kenaikan
Langkah Penanganan Kepala Terbentur dan Muntah
Penanganan cedera kepala harus dilakukan dengan hati-hati dan disesuaikan dengan tingkat keparahan benturan.
Langkah awal yang dapat dilakukan adalah menghentikan aktivitas dan memberikan waktu istirahat yang cukup agar risiko cedera tambahan dapat diminimalkan. Posisi istirahat yang nyaman juga membantu mengurangi keluhan awal.
Pemantauan kondisi korban selama 24 jam pertama sangat penting, karena pada periode ini gejala dapat berkembang.
Perubahan tingkat kesadaran, frekuensi muntah, atau memburuknya nyeri kepala harus menjadi perhatian serius.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




