Kenali Perbedaan Zat Besi Heme dan Nonheme, Penting untuk Kesehatan Tubuh

Kenali Perbedaan Zat Besi Heme dan Nonheme, Penting untuk Kesehatan Tubuh

Zat besi heme dan nonheme merupakan dua bentuk zat besi yang berbeda dalam hal sumber makanan dan kemampuan diserap oleh tubuh-freepik.com-

BACA JUGA:Dipicu Rasa Cemburu, Ridwan Tega Bunuh Kekasihnya di Mess Gudang Bulog

Apa Itu Zat Besi Nonheme?

Zat besi nonheme berasal dari sumber makanan nabati. Meski kadang juga ditemukan dalam produk hewani, kadarnya sangat rendah. 

Sumber utama zat besi nonheme antara lain sayuran berdaun hijau tua seperti bayam dan kangkung, kacang-kacangan seperti lentil, buncis, dan kedelai, biji-bijian seperti quinoa dan beras merah, serta produk olahan kedelai seperti tahu dan tempe.

Zat besi nonheme juga banyak ditemukan pada makanan fortifikasi, seperti sereal sarapan, tepung, dan susu nabati yang telah diperkaya zat besi. 

BACA JUGA:VW ID Buzz Sulit Diservis? Ganti Filter Kabin Harus Bongkar Banyak Komponen

Namun, perlu diketahui bahwa tingkat penyerapannya lebih rendah dibandingkan zat besi heme, yakni hanya sekitar 2% hingga 20%.

Penyerapan zat besi nonheme sangat dipengaruhi oleh makanan lain yang dikonsumsi bersamaan. Beberapa zat yang dapat meningkatkan penyerapannya adalah vitamin C (dari buah jeruk, kiwi, tomat, cabai) serta asam organik seperti asam sitrat. 

Sementara itu, zat penghambatnya mencakup tanin (dalam teh dan kopi), kalsium (dari susu dan suplemen), serta asam fitat (terdapat dalam biji-bijian mentah).

Makanan tinggi zat besi nonheme yang direkomendasikan meliputi bayam rebus, lentil, tahu, tempe, oatmeal, roti gandum, serta buah kering seperti kismis, prune, dan aprikot.

BACA JUGA: Manfaat Daun Mint untuk Kesehatan: Sejuta Manfaat dalam Satu Tanaman

Tips Meningkatkan Penyerapan Zat Besi dari Makanan

Agar tubuh dapat menyerap zat besi secara maksimal, terutama dari sumber nonheme, beberapa strategi berikut dapat diterapkan. Pertama, padukan makanan tinggi zat besi dengan sumber vitamin C. Misalnya, tambahkan irisan jeruk atau paprika dalam menu makan Anda. 

Kedua, hindari konsumsi teh, kopi, atau produk susu tinggi kalsium bersamaan dengan makanan utama, karena dapat menghambat penyerapan zat besi. Minuman ini sebaiknya dikonsumsi satu hingga dua jam setelah makan.

Ketiga, pilih produk fortifikasi yang diperkaya zat besi, seperti sereal sarapan atau susu nabati. Terakhir, rendam kacang-kacangan dan biji-bijian sebelum dimasak untuk mengurangi kandungan asam fitat yang bisa mengganggu penyerapan mineral penting ini.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: