PTM di Kota Bandarlampung Ditunda Dua Pekan
Medialampung.co.id - Walikota Bandarlampung Eva Dwiana mengumumkan penundaan pembelajaran tatap muka (PTM) selama dua pekan mulai 7- 21 Februari 2022.
Penundaan PTM ini karena ditemukan 5 siswa SMTI Bandarlampung yang terpapar Covid-19.
Eva Dwiana mengatakan, PTM secara menyeluruh yang seharusnya dimulai pada 7 Februari 2022 terpaksa ditunda hingga 21 Februari 2022 karena di Bandarlampung sudah banyak yang terpapar Covid-19 termasuk 5 siswa dari SMTI.
“Kemarin kami melaksanakan antigen di SMTI, dari 850 siswa yang melakukan PTM, yang terpapar ada 5 orang. Sekarang ini sudah dilakukan penyemprotan di SMTI, mudah-mudahan tidak menyebar kemana-mana,” kata Eva Dwiana dalam konferensi pers pagi ini, Kamis (3/2), di ruang rapat Kantor Walikota.
Dalam konferensi pers tersebut, Eva Dwiana didampingi oleh kadis kesehatan, kadis pendidikan, kadis kominfo, dan kepala BPBD Kota Bandarlampung.
Menurut Eva, pihaknya juga akan segera melakukan testing kepada seluruh siswa SMTI. Dia berharap seluruh wali murid, kepala sekolah dan masyarakat Kota Bandarlampung dapat bekerjasama dan mematuhi peraturan yang dibuat oleh Pemerintah Kota Bandarlampung.
“Untuk dua pekan ini daring dulu, kalau semua sudah membaik, insyaallah secepat mungkin kita akan lakukan PTM kembali,” ujar Eva.
Dia mengatakan, selama ini untuk jenjang SD dan SMP hanya kelas 6 dan kelas 9 yang masuk PTM, sedangkan jenjang SMA dan SMK masuk PTM 100%. Untuk itu pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung untuk melakukan penyemprotan desinfektan ke semua sekolah di Bandarlampung
Sementara PLT Kesehatan Kota Bandarlampung Desti Mega Putri menjelaskan pada per tanggal 2 Februari 2022, kasus positif Covid-19 di Bandarlampung ada 130 orang. Sebanyak 98 orang (75%) bergejala ringan dan melakukan isolasi mandiri (isoman). Sedangkan, 32 orang (25%) dirawat di dua rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Bandarlampung.
Lanjutnya, ia memaparkan faktor penyebab pasien terpapar Covid-19 adalah perjalanan ke luar kota. Pasien positif ditemukan dari hasil tracing pihak puskesmas, dan ada juga yang merasakan gejala lalu melakukan rapid test ke puskesmas dan dinyatakan positif.
“Juga ada yang awalnya melakukan tes PCR untuk syarat perjalanan ke luar kota, ternyata hasil tesnya positif, jadi batal melakukan perjalanan dan langsung isoman,” ujarnya
Menurutnya, dari 130 kasus tersebut 75% melakukan isoman dengan gejala yang cukup ringan karena rata-rata sudah divaksin.Dan yang dirawat ada 25%,” terang dia.
Untuk perawatan pasien Covid-19 menggunakan dua rumah sakit di Bandarlampung. Dari 774 tempat tidur yang tersedia, terpakai 32 tempat tidur atau sekitar 24%.
“Dari catatan kami yang warga Bandarlampung hanya 27 orang, dan 5 lainnya warga luar Bandarlampung,” jelasnya.
“Plt Kadis Kesehatan kota Bandarlampung menerangkan total rumah sakit rujukan Covid-19 di Bandarlampung ada 13 rumah sakit dengan rincian 12 rumah sakit pemerintah dan kota dan satu rumah sakit darurat," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
