Agus Djumadi: Pancasila Bukan Hanya Teori
Sosialisasi PIP-WK, Agus Djumadi Ajak Warga Amalkan Nilai Pancasila--
MEDIALAMPUNG.CO.ID – Ketua Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung, Agus Djumadi, menegaskan bahwa Pancasila tidak boleh dipahami sebatas teks dan hafalan.
Ia menekankan pentingnya menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam praktik nyata kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Agus Djumadi saat menggelar kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di Kelurahan Gunung Terang, Kecamatan Langkapura, Jumat 20 Februari 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Agus Djumadi mengingatkan bahwa Pancasila merupakan falsafah hidup bangsa Indonesia yang seharusnya menjadi landasan berpikir dan bertindak dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
BACA JUGA:Tim SAR Gabungan Perluas Pencarian Korban Hanyut di Sungai Ruguk di Hari Keempat
“Pancasila itu bukan hanya hafalan. Pancasila adalah falsafah hidup yang harus kita jadikan pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya di hadapan peserta sosialisasi.
Legislator dari Fraksi PKS ini menjelaskan bahwa pengamalan nilai Pancasila dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Menurutnya, menghormati perbedaan, bersikap adil, jujur, serta mengedepankan musyawarah adalah wujud nyata dari penerapan nilai luhur Pancasila.
Agus memaparkan bahwa sikap saling menghormati antarumat beragama dan antarwarga mencerminkan pengamalan sila pertama dan ketiga.
BACA JUGA:Satpol PP Bandar Lampung Tingkatkan Patroli Ramadhan untuk Tekan Kenakalan Remaja
Kepedulian sosial serta semangat membantu sesama merupakan perwujudan sila kedua. Sementara itu, keadilan dan kejujuran selaras dengan nilai sila kelima, serta musyawarah menjadi inti dari penerapan sila keempat.
“Semua nilai itu harus kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga persatuan, keamanan, dan ketertiban lingkungan sebagai tanggung jawab bersama.
Menurutnya, semangat gotong royong dan kepedulian sosial menjadi kunci terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis dan rukun.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
