Ucapan Kadis PSDA Lampung Picu Reaksi, Kebebasan Pers Dipertanyakan

Rabu 29-04-2026,12:14 WIB
Reporter : Dedi Andrian
Editor : Budi Setiawan

Pernyataan tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan jurnalis, terutama terkait keamanan dan kebebasan dalam menjalankan tugas peliputan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi lanjutan dari pihak terkait mengenai maksud dan konteks lengkap pernyataan tersebut. 

BACA JUGA:Mangkir Dua Kali, Arinal Djuandi Akhirnya Ditetapkan Tersangka Kasus PT LEB

Sebelumnya diketahui, seorang jurnalis mengaku mengalami perlakuan tidak menyenangkan saat meliput kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang membahas persoalan banjir di Kota Bandar Lampung. Kegiatan tersebut berlangsung di kampus Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya pada Selasa 28 April 2026.

Jurnalis Rembes.com yang juga pengurus Ikatan Jurnalis Pemprov (IJP) Lampung, Wildan Hanafi, mengatakan dirinya diminta menjauh saat mengambil gambar dalam forum tersebut.

“Dia mengusir saya saat saya sedang mengambil video acara di Darmajaya,” kata Wildan.

Menurutnya, peristiwa itu terjadi ketika ia merekam sambutan Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana. Ia mengaku diminta oleh staf untuk tidak mengambil gambar di depan.

BACA JUGA:Arinal Djunaidi Resmi Ditahan, Kasus Dana PI PT LEB Masuk Babak Baru

“Padahal saya hanya sebentar mengambil video dan foto dalam kegiatan FGD itu,” ujarnya.

Wildan menilai tindakan tersebut tidak tepat, mengingat kegiatan itu merupakan forum resmi.

“Ini kan kegiatan resmi. Kami bekerja untuk dokumentasi dan publikasi,” katanya.

Sejumlah jurnalis lain yang berada di lokasi juga mengaku menyaksikan kejadian serupa. Mereka menyebut ada permintaan agar wartawan tidak menghalangi pandangan saat pemaparan berlangsung.

Wildan berharap kejadian serupa tidak terulang dan meminta para pejabat publik menghormati kerja jurnalistik.

BACA JUGA:Istri Arinal Djunaidi: Fakta Sebenarnya Akan Terungkap di Persidangan

“Kami bekerja untuk menyampaikan informasi kepada publik. Itu bagian dari pilar demokrasi,” ujarnya.

Kategori :