Kasus TBC Masih Tinggi, Lampung Perkuat Deteksi Dini dan Peran Kader

Selasa 14-04-2026,18:48 WIB
Reporter : Dedi Andrian
Editor : Budi Setiawan

Tahun 2024 mencapai 103 persen dan meningkat menjadi 131 persen pada 2025. Sementara pada triwulan pertama 2026 telah mencapai 19 persen.

Untuk pengobatan TBC sensitif obat, tingkat keberhasilan tercatat 95 persen pada 2024 dan meningkat menjadi 98 persen pada 2025. Hingga awal 2026, capaian pengobatan telah mencapai 81 persen.

Gubernur Mirza pun mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari kader kesehatan hingga organisasi kemasyarakatan, untuk berkolaborasi dalam upaya eliminasi TBC.

 

 

 

“Syarat menuju Indonesia Emas 2045 adalah masyarakat yang sehat. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, perlu sinergi semua pihak,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mempercepat penanggulangan TBC, termasuk di Lampung. Pemerintah telah menyiapkan tambahan anggaran sebesar Rp4,1 triliun untuk memperkuat infrastruktur medis dan mendukung kerja kader kesehatan.

Ia menyebut penanganan TBC menjadi prioritas dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Indonesia masih menjadi negara dengan kasus TBC tertinggi kedua di dunia. Penanganannya harus menyeluruh, tidak hanya pengobatan tetapi juga pencegahan,” ujarnya.

 

 

 

Di Kota Bandar Lampung, tercatat sekitar 4.300 kasus TBC pada tahun lalu. Pemerintah akan memperkuat strategi penemuan kasus aktif melalui program CKG dengan menyasar keluarga pasien.

“Seluruh anggota keluarga harus diperiksa untuk memutus rantai penularan,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga mendorong pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bagi masyarakat yang tinggal serumah dengan pasien, meski belum menunjukkan gejala.

Kategori :