Dorong Pariwisata Terintegrasi, Jalan Teluk Kiluan–Simpang Umbar Dibangun Bertahap
Jalan pesisir Lampung dibangun bertahap untuk tingkatkan kunjungan wisatawan-Foto Dok-
MEDIALAMPUNG.CO.ID - Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat pengembangan pariwisata melalui pembangunan infrastruktur jalan yang terintegrasi. Komitmen ini ditunjukkan lewat groundbreaking perbaikan ruas jalan Simpang Teluk Kiluan–Simpang Umbar di Kabupaten Tanggamus yang ditinjau langsung Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, bersama Wakil Gubernur Jihan Nurlela, Rabu (15/4/2026).
Pembangunan ruas jalan tersebut menjadi langkah strategis dalam membuka konektivitas menuju kawasan wisata pesisir, terutama Pantai Gigi Hiu yang telah dikenal hingga mancanegara. Destinasi ini memiliki keunikan formasi batuan karang menyerupai gigi hiu dengan panorama ombak Samudra Hindia yang menjadi daya tarik utama wisatawan.
Selama ini, akses menuju kawasan wisata tersebut masih menjadi kendala utama. Kondisi jalan yang sulit dilalui menyebabkan kunjungan wisatawan terbatas. Dampak serupa juga dirasakan masyarakat pesisir, khususnya nelayan, karena distribusi hasil tangkapan belum berjalan optimal akibat keterbatasan infrastruktur.
Secara teknis, ruas Teluk Kiluan hingga Simpang Umbar memiliki panjang sekitar 25 kilometer dengan tingkat kemantapan jalan baru mencapai sekitar 52 persen. Pada tahap awal, pembangunan dilakukan sepanjang 2,6 kilometer menggunakan konstruksi rigid pavement dengan lebar 8 meter, terdiri dari 6 meter badan jalan dan 2 meter bahu jalan, serta dilengkapi sistem drainase.
Proyek ini didukung anggaran sebesar Rp23,9 miliar dengan target peningkatan kemantapan jalan menjadi 56,27 persen. Penanganan lanjutan akan terus dilakukan secara bertahap pada titik-titik strategis hingga konektivitas menuju Simpang Umbar semakin optimal.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa pembangunan jalan ini bukan sekadar peningkatan infrastruktur, melainkan bagian dari strategi besar membuka konektivitas wilayah sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat pesisir.
“Selama ini jalur Pesawaran sampai Tanggamus belum terhubung dengan baik. Jika ini tersambung, maka akan terbentuk jalur wisata pesisir yang sangat potensial dan berdampak besar bagi daerah,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan ekosistem pariwisata agar manfaat pembangunan dapat dirasakan maksimal oleh masyarakat.
“Percuma kalau jalan sudah bagus tetapi ekosistemnya tidak dibangun. Kita tidak bisa hanya berharap pertumbuhan terjadi dengan sendirinya. Harus ada intervensi dan dukungan nyata dari pemerintah daerah,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Lampung turut mendorong pemerintah kabupaten untuk memberikan kemudahan investasi serta kebijakan yang mendukung pengembangan kawasan wisata.
“Kalau kita ingin sektor pariwisata tumbuh, kita harus menciptakan iklim yang ramah investasi. Ketika ekosistemnya terbentuk, maka ekonomi kreatif, budaya, dan sektor lainnya akan ikut berkembang,” lanjutnya.
Pembangunan ruas jalan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan konektivitas, tetapi juga menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi di wilayah pesisir. Potensi kawasan ini dinilai sangat besar, mulai dari sektor pariwisata, perikanan dan kelautan, hingga komoditas unggulan seperti kopi dan kakao di Tanggamus serta pengembangan agroindustri di Pesawaran.
Melalui pembangunan ini, Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya dalam menghadirkan ekosistem destinasi wisata unggulan. Infrastruktur tidak hanya berfungsi sebagai penghubung, tetapi juga sebagai instrumen utama untuk membuka potensi daerah, mendorong investasi, dan menciptakan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
