Konflik Gajah-Manusia Mereda, Wisata Way Kambas Berpeluang Dibuka

Minggu 29-03-2026,20:24 WIB
Reporter : Dedi Andrian
Editor : Budi Setiawan

BACA JUGA:Rahasia Kulit Lembap Seharian, 5 Kandungan Skincare Wajib yang Harus Kamu Kenali

Ia menjelaskan, desain yang digunakan antara lain pipa baja dengan diameter tiang utama 8 inci dan penyangga 6 inci, yang telah diuji mampu menahan tekanan hingga 8,6 ton. Selain itu, model H-Beam diterapkan untuk memecah gaya dorong agar struktur lebih kokoh.

Proyek ini ditargetkan rampung dalam waktu tiga bulan. Selain pagar baja, sistem pembatas juga dilengkapi pagar kejut listrik, budidaya lebah, serta penanaman serai yang diharapkan memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Kehutanan menargetkan pembangunan pembatas sepanjang 138 kilometer di kawasan TNWK. Keputusan ini diambil setelah Presiden RI, Prabowo Subianto, menilai usulan awal sepanjang 11 kilometer belum cukup untuk mengatasi konflik yang telah berlangsung lebih dari empat dekade.

BACA JUGA:Animo Pendaftaran Polri 2026 di Polres Lampung Utara Tembus 268 Peserta

Ke depan, Balai TNWK juga menyiapkan pengembangan wisata berkelanjutan sebagai strategi utama. Selain menjaga kelestarian kawasan, langkah ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa penyangga.

Dengan progres pembangunan barrier dan penanganan konflik yang terus berjalan, pembukaan kembali wisata alam TNWK kini tinggal menunggu hasil evaluasi dan kesiapan di lapangan.

Kategori :