Dari 11 Km Jadi 138 Km, Solusi Besar Atasi Konflik di Way Kambas
pembangunan pagar pembatas 138 km di Way Kambas solusi konflik gajah--
MEDIALAMPUNG.CO.ID - Pemerintah pusat memastikan pembangunan pagar pembatas sepanjang 138 kilometer di kawasan Taman Nasional Way Kambas sebagai langkah konkret untuk mengakhiri konflik berkepanjangan antara manusia dan satwa liar.
Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, menjelaskan bahwa usulan awal pembangunan hanya sepanjang 11 kilometer yang diajukan pemerintah daerah dan masyarakat pada November 2025.
Namun setelah melalui kajian menyeluruh, Presiden RI, Prabowo Subianto, menilai panjang tersebut belum cukup menyelesaikan persoalan yang telah berlangsung puluhan tahun.
“Jika hanya 11 kilometer, konflik tidak akan tuntas. Masalah ini sudah terjadi selama 43 tahun, menimbulkan korban jiwa, merusak lahan pertanian, dan menghambat pertumbuhan ekonomi desa,” ujar Raja Juli Antoni dalam Forum Rembuk TNWK, Kamis 26 Maret 2026.
BACA JUGA:Pertamax Jadi Pilihan Utama Pemudik, Konsumsi Melonjak
Berdasarkan pertimbangan tersebut, Presiden memutuskan pembangunan diperluas menjadi sekitar 138 kilometer sebagai solusi jangka panjang.
Kebijakan ini diharapkan menjadi titik balik dalam penanganan konflik yang selama ini membayangi masyarakat sekitar kawasan konservasi.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyampaikan bahwa usulan awal memang berasal dari aspirasi daerah yang disampaikan ke pemerintah pusat.
Namun, keputusan memperluas pembangunan menjadi bukti komitmen kuat pemerintah dalam menyelesaikan konflik secara menyeluruh.
BACA JUGA:Halal Bihalal Kodim 0410/KBL Pererat Silaturahmi dan Perkuat Soliditas Prajurit
Menurutnya, keberadaan pagar pembatas akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat desa penyangga. Selama ini, aktivitas pertanian seperti singkong, padi, dan jagung kerap terganggu akibat konflik dengan satwa liar.
Dengan adanya pembatas, masyarakat diharapkan dapat kembali mengoptimalkan lahan mereka, sekaligus membuka peluang pengembangan komoditas baru seperti madu dan serai yang terintegrasi dengan program pemerintah.
Konflik antara manusia dan gajah di kawasan ini diketahui telah berlangsung sejak 1983, menyebabkan kerugian di kedua belah pihak.
Pembangunan pagar ini menjadi momentum penting untuk menciptakan kehidupan yang lebih aman dan harmonis antara manusia dan satwa liar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



