MEDIALAMPUNG.CO.ID – Ribuan pemudik dijadwalkan berangkat mengikuti program Mudik Bareng 2026 yang diselenggarakan Pertamina pada Minggu, 15 Maret 2026. Keberangkatan dilakukan dari Plaza Keong Mas, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, menuju berbagai kota di Pulau Jawa.
Program mudik gratis ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Selain membantu masyarakat pulang ke kampung halaman, program ini juga mendorong perjalanan yang lebih aman, efisien, dan hemat bahan bakar.
Sebanyak ribuan peserta akan diberangkatkan menggunakan armada bus menuju 23 kota tujuan. Di antaranya Tasikmalaya, Garut, Cirebon, Purwokerto, Banyumas, Kebumen, Wonosobo, Purworejo, Brebes, Tegal hingga Surabaya dan Banyuwangi.
Dorong Perjalanan Aman dan Hemat BBM
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan program Mudik Bareng Pertamina tidak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat. Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan keselamatan perjalanan mudik.
Menurutnya, penggunaan transportasi massal dapat mengurangi risiko kecelakaan yang kerap terjadi ketika masyarakat mudik menggunakan sepeda motor dengan muatan berlebih.
“Dengan mudik secara bersama-sama menggunakan transportasi massal, perjalanan menjadi lebih efisien, aman, nyaman, sekaligus membantu menghemat penggunaan BBM,” ujar Baron dalam keterangan resminya, Sabtu (14 Maret 2026).
Ia menambahkan, program ini juga sejalan dengan arahan pemerintah untuk mendorong penghematan energi di tengah dinamika energi global. Penggunaan kendaraan bersama dapat mengurangi jumlah kendaraan pribadi di jalan sehingga konsumsi bahan bakar menjadi lebih efisien.
Armada Dipastikan Layak Jalan
Pertamina memastikan seluruh rangkaian kegiatan Mudik Bareng 2026 berjalan tertib dan terorganisir. Setiap peserta juga akan mendapatkan berbagai fasilitas pendukung agar perjalanan menuju kampung halaman berlangsung lancar.
Selain itu, seluruh armada bus yang digunakan telah melalui proses pemeriksaan kelayakan operasional. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan aspek keselamatan dan kenyamanan para pemudik selama perjalanan.
“Kami memastikan aspek keselamatan dan kenyamanan menjadi prioritas utama. Seluruh armada telah melalui pemeriksaan kelayakan operasional agar perjalanan peserta berlangsung aman dan lancar,” tambah Baron.