Gunakan Benang Gigi
Sisa makanan yang terselip di antara gigi dapat menjadi sumber bau mulut. Penggunaan benang gigi atau dental floss setelah sahur merupakan cara sederhana namun efektif untuk membersihkan area yang sulit dijangkau sikat gigi.
Kebiasaan ini membantu mengurangi penumpukan bakteri di sela-sela gigi sehingga risiko bau mulut dapat diminimalkan.
Gigi yang bersih secara menyeluruh juga mendukung kesehatan mulut dalam jangka panjang.
BACA JUGA:Baru 10 Ribu ASN Aktif Coretax, Sekda Lampung Marindo Minta OPD Percepat Pelaporan SPT
Hindari Makanan Pemicu Bau Mulut
Beberapa jenis makanan dapat memperparah bau mulut saat berpuasa, seperti bawang putih, jengkol, petai, dan makanan tinggi gula.
Makanan tersebut cenderung meninggalkan aroma yang lebih kuat dan sulit hilang dalam waktu singkat.
Sebagai alternatif, pilih makanan yang mengandung banyak air seperti timun, semangka, dan apel. Jenis makanan ini tidak hanya membantu menjaga kesegaran mulut, tetapi juga mendukung hidrasi tubuh selama berpuasa.
BACA JUGA:Polisi Bekuk Tiga Buronan Kabur dari Sel Polres Way Kanan
Perbanyak Minum Air Saat Berbuka dan Sahur
Pola minum yang cukup sangat penting untuk menjaga kelembaban mulut dan mencegah bau tidak sedap.
Salah satu cara yang bisa diterapkan adalah konsep dua-empat-dua: dua gelas saat berbuka, empat gelas di malam hari, dan dua gelas saat sahur.
Air putih berperan sebagai pembersih alami rongga mulut dan membantu mengurangi bakteri penyebab bau mulut. Kebiasaan sederhana ini dapat memberikan dampak besar terhadap kesegaran napas selama berpuasa.
BACA JUGA:Ramuan Kunyit untuk Asam Lambung, Herbal Alami yang Menenangkan Perut
Kurangi Minuman Berkafein