Cita Rasa dan Cara Menyantap
Tutut memiliki tekstur kenyal namun lembut saat digigit. Rasa gurih daging keong berpadu dengan pedas dan aroma rempah yang khas.
Cara menikmatinya cukup unik karena menggunakan tusuk gigi untuk mengeluarkan daging dari cangkang.
Sajian ini paling nikmat disantap bersama nasi putih hangat, lalapan seperti mentimun dan kemangi, serta sambal tambahan.
BACA JUGA:DPRD Lampung Dukung Pabrik Rokok HS Serap 3.000 Pekerja Lokal
Nilai Gizi dan Perkembangan Modern
Keong sawah mengandung protein serta mineral seperti zat besi dan kalsium. Dengan pengolahan higienis dan bahan yang tidak tercemar, tutut dapat menjadi lauk bergizi dan rendah lemak.
Di era modern, tutut tak lagi identik dengan pedesaan. Hidangan ini kerap tampil di festival kuliner hingga restoran Sunda modern dengan variasi tutut pedas kering maupun kuah santan.
Tutut membuktikan bahwa bahan sederhana dari alam bisa diolah menjadi sajian istimewa. Dari sawah hingga meja makan, kuliner ini mencerminkan kearifan lokal masyarakat Sunda yang tetap lestari hingga kini. (*)