Soto Bandung, Kuliner Berkuah Bening Khas Kota Kembang yang Segar dan Gurih
Soto Bandung disajikan dengan kuah bening, irisan lobak, dan taburan kedelai goreng.-Ilustrasi Gemini AI-
MEDIALAMPUNG.CO.ID – Soto Bandung merupakan salah satu hidangan berkuah khas dari Bandung yang terkenal dengan kuahnya yang bening, ringan, dan menyegarkan.
Berbeda dari kebanyakan soto di Indonesia yang identik dengan santan atau kuah kuning kental, Soto Bandung justru mengandalkan kaldu sapi jernih yang dipadukan dengan irisan lobak serta taburan kacang kedelai goreng.
Kesederhanaan inilah yang menjadi daya tarik utama. Rasa gurih alami dari kaldu sapi berpadu dengan sensasi segar lobak, menciptakan cita rasa yang tidak berat di lidah namun tetap kaya.
BACA JUGA:Usai Viral Angkut Telur dan Salak, Pemkab Lampung Utara Tarik Mobil Perpustakaan Keliling
Asal Usul dan Keunikan Soto Bandung
Sebagai bagian dari ragam kuliner Nusantara, Soto Bandung memiliki karakter yang berbeda dari Soto Lamongan, Soto Betawi, maupun Soto Madura.
Hidangan ini berkembang di wilayah Jawa Barat dan menyesuaikan dengan selera masyarakat Sunda yang cenderung menyukai rasa segar, tidak terlalu berminyak, serta tidak menggunakan santan.
Penggunaan lobak putih menjadi ciri khas yang jarang ditemukan pada jenis soto lainnya. Lobak menghadirkan rasa manis alami sekaligus tekstur lembut yang menyeimbangkan gurihnya kaldu sapi.
Kombinasi ini menjadikan Soto Bandung terasa lebih ringan dan cocok dinikmati kapan saja.
BACA JUGA:Klaim Tanpa Upgrade Premium! Link DANA Kaget 14 Februari 2026 Resmi Dibagikan
Ciri Khas Soto Bandung
Karakter utama Soto Bandung terletak pada kuah beningnya yang dihasilkan dari rebusan daging sapi dalam waktu cukup lama hingga menghasilkan kaldu yang gurih alami tanpa santan. Daging yang digunakan umumnya sandung lamur atau bagian sapi dengan sedikit lemak agar tetap empuk dan beraroma sedap.
Lobak putih direbus hingga lunak sehingga memberikan rasa segar saat disantap. Di atasnya, taburan kacang kedelai goreng menambah sensasi renyah yang kontras dengan kuah hangatnya. Hidangan ini biasanya disajikan bersama nasi putih, sambal, serta perasan jeruk nipis untuk menambah kesegaran.
Perpaduan elemen tersebut menciptakan keseimbangan rasa yang sederhana namun tetap istimewa.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
