KUR Kecil BRI hingga Rp500 Juta
Salah satu produk unggulan yang paling diminati adalah KUR Kecil BRI. Skema ini memberikan pembiayaan mulai dari Rp50 juta hingga Rp500 juta, dengan tenor yang dapat disesuaikan kemampuan bayar debitur.
Sebagai contoh, pinjaman Rp100 juta dengan tenor 36 bulan memiliki cicilan lebih ringan dibandingkan kredit berbunga komersial. Simulasi angsuran biasanya disesuaikan jangka waktu, sehingga pelaku usaha dapat memilih tenor lebih panjang untuk meringankan beban bulanan.
Selain itu, tidak semua jenis KUR mensyaratkan agunan tambahan, khususnya untuk KUR Mikro sesuai ketentuan berlaku. Hal ini memudahkan pelaku usaha yang belum memiliki aset besar sebagai jaminan.
BACA JUGA:Sehari Jelang Puasa, Aktivitas Sekertariat DPRD Bandar Lampung Tetap Berjalan Normal
Syarat dan Prosedur Pengajuan
Untuk mengakses KUR BRI 2026, calon debitur harus memenuhi beberapa persyaratan dasar.
Warga Negara Indonesia (WNI) dengan usaha produktif dan layak, usaha telah berjalan minimal enam bulan, tidak sedang menerima kredit produktif dari perbankan lain kecuali kredit konsumtif tertentu, serta melengkapi dokumen identitas dan legalitas usaha.
Pengajuan dapat dilakukan melalui kantor cabang BRI terdekat maupun kanal digital yang disediakan bank. Proses verifikasi meliputi penilaian kelayakan usaha dan kemampuan bayar calon debitur.
BACA JUGA:Perspektif Teori Kognitivisme dalam Dunia Digital
Menjaga Daya Saing UMKM
Kebijakan bunga 6 persen per tahun yang tetap dipertahankan pemerintah menjadi stimulus penting bagi pelaku UMKM. Di tengah dinamika ekonomi nasional dan global, akses pembiayaan murah membantu pelaku usaha menjaga stabilitas produksi serta memperluas pasar.
Dengan tambahan modal dari KUR, pelaku UMKM diharapkan mampu meningkatkan volume produksi, memperbaiki kualitas produk, dan memanfaatkan momentum Ramadan serta Idul Fitri secara optimal.
Program ini bukan sekadar fasilitas pinjaman, tetapi juga instrumen penguatan ekonomi kerakyatan. Jika dimanfaatkan secara bijak dan produktif, KUR BRI 2026 berpotensi menjadi penggerak pertumbuhan usaha masyarakat, khususnya di Sulawesi Selatan dan wilayah Indonesia lainnya.(*)