KUR BRI 2026 Bunga 6 Persen, Angin Segar Modal Usaha Menjelang Ramadan

KUR BRI 2026 Bunga 6 Persen, Angin Segar Modal Usaha Menjelang Ramadan

Pelaku UMKM kini bisa bernapas lega berkat akses KUR BRI 2026 dengan bunga rendah menjelang puncak musim belanja Ramadan--

MEDIALAMPUNG.CO.ID – Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah yang diperkirakan jatuh pada Maret 2026, aktivitas ekonomi masyarakat mulai meningkat. 

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bersiap menghadapi lonjakan permintaan, terutama pada sektor kuliner, perdagangan bahan pokok, busana muslim, hingga produksi kue dan parsel Lebaran.

Di tengah momentum ini, program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Rakyat Indonesia kembali menjadi pilihan utama UMKM untuk memperkuat modal usaha. 

Skema pembiayaan bersubsidi pemerintah ini tetap menawarkan suku bunga ringan sebesar 6 persen efektif per tahun bagi debitur baru pada 2026.

BACA JUGA:Kondisi Finansial Sule Jadi Sorotan, Kini Lebih Pilih Kredit Ketimbang Beli Mobil Tunai

Dorongan Modal di Musim Puncak Penjualan

Ramadan dikenal sebagai periode konsumsi tinggi. Kebutuhan bahan makanan, pakaian, hingga kebutuhan rumah tangga meningkat signifikan dibanding bulan biasa. Momen ini membuka peluang keuntungan lebih besar, tetapi juga menuntut tambahan modal untuk memperbesar stok dan kapasitas produksi.

KUR BRI hadir menjawab kebutuhan tersebut dengan pembiayaan terjangkau dan prosedur pengajuan relatif sederhana. Plafon pinjaman tersedia hingga Rp500 juta, dengan tenor fleksibel mulai dari 12 bulan hingga 60 bulan, tergantung jenis dan skala usaha. 

Bagi pelaku usaha kecil, akses kredit berbunga rendah ini menjadi strategi penting untuk menjaga arus kas tetap stabil. Dengan bunga 6 persen per tahun, cicilan jauh lebih ringan dibandingkan kredit komersial pada umumnya.

BACA JUGA:8 Momen Seru Liburan Nikita Willy di Vietnam Bareng Suami dan Anak

Penyaluran KUR di Sulawesi Selatan Tembus Rp16,83 Triliun

Tingginya minat masyarakat terhadap KUR terlihat dari realisasi penyaluran di daerah. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan regional Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, total penyaluran KUR di Sulawesi Selatan hingga akhir 2025 mencapai Rp16,83 triliun. Jumlah debitur tercatat sebanyak 283.989 pelaku usaha, dengan segmen mikro mendominasi. Hal ini menunjukkan peran KUR sebagai tulang punggung pembiayaan UMKM di daerah.

Dari sisi sektor usaha, pembiayaan paling banyak terserap di bidang pertanian, diikuti sektor perdagangan dan jasa. Struktur ini sesuai dengan karakter ekonomi Sulawesi Selatan yang bertumpu pada aktivitas produktif masyarakat, mulai dari petani, pedagang pasar tradisional, hingga usaha rumahan berbasis keluarga. 

Menjelang Ramadan 2026, sektor perdagangan serta makanan dan minuman diproyeksikan menjadi penyerap KUR terbesar, seiring meningkatnya kebutuhan bahan baku dan barang dagangan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: